Pos Properti mulai melirik pengembangan bisnis kos-kosan atau co-living setelah mencatat kinerja positif dari sektor property leasing pada awal 2026.
PT Pos Properti Indonesia mulai melirik pengembangan bisnis kos-kosan atau co-living setelah mencatat kinerja positif dari sektor property leasing pada awal 2026.Anak usaha PT Pos Indonesia ini membukukan capaian maksimal pada aktivitas penyewaan properti selama dua bulan pertama tahun ini, di tengah tantangan sektor properti yang masih dibayangi lemahnya daya beli masyarakat dan tingginya biaya pendanaan.
Chief Commercial Officer Pos Properti Indonesia Aldhita Prayudhiputra mengatakan, perusahaan tetap optimistis mengejar pertumbuhan hingga 18 persen sepanjang 2026."Kami masih optimistis mengejar pertumbuhan di 2026. Dari pergerakan suku bunga dan daya beli masyarakat saat ini, kami melihat masih ada peluang besar. Justru, di tengah dinamika ekonomi, kebutuhan akan ruang komersial yang strategis semakin meningkat. Kami tidak melihat krisis, tetapi peluang," ujar Aldhita dikutip dari rilis, Kamis .Portofolio tersebut mencakup penyewaan ruang ritel, perkantoran, serta fasilitas komersial di berbagai lokasi strategis di Indonesia, dengan tingkat okupansi yang konsisten tinggi. Sejumlah sektor usaha seperti ritel modern, makanan dan minuman, jasa keuangan, hingga layanan publik menjadi penyewa utama. Keberadaan jaringan kantor pos yang tersebar luas turut memberikan keunggulan berupa lalu lintas pengunjung yang stabil bagi para tenant. Sementara di sisi lain, Pos Properti mulai melakukan diversifikasi bisnis dengan mengembangkan segmen kos-kosan.Dua lokasi co-living telah dibuka di kawasan Jalan Fatmawati dan Gandaria, Jakarta, dengan total 50 kamar. Kedua lokasi tersebut dipilih karena memiliki aksesibilitas tinggi serta dekat dengan pusat aktivitas perkotaan yang menjadi target pasar utama, yakni kalangan profesional muda.Catatan Komisi III DPR Soal Vonis Bebas Amsal Sitepu hingga Dalami Propaganda JaksaPengakuan Eks Direktur DJKA: Diperintah Menhub Kumpulkan Dana untuk Pilpres dan Pilgub SumutSebut NATO sebagai"Macan Kertas", Trump Pertimbangkan Tarik Keanggotaan ASContact Us Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.comApresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
Bisnis Kos-Kosan Leasing Adalah PT Pos Properti Indonesia Bisnis Co Living Bisnis Kos Kosan Bisnis Kos Kosan Pos Properti Pos Properti Bisnis Kos Kosan Sukses Leasing Aldhita Prayudhiputra Jakarta Kos Kosan Kos Kosan
United States Latest News, United States Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Sejak Menjabat, Aset Properti Menteri PU Tak BerubahKekayaan aset properti milik Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo tercatat tidak mengalami perubahan sejak dirinya menjabat.
Read more »
Harta Properti Turun, Wamen PU Diana Tak Lagi Punya Aset di BandungTak hanya Dody, wakilnya dalam lingkup Kementerian PU, Diana Kusumastuti, pun menjadi salah satu pejabat yang telah melaporkan harta kekayaan.
Read more »
Wamen ATR/Wakil Kepala BPN Ossy Dermawan Punya 4 Aset PropertiSejak menjabat Wamen ATR/Wakil Kepala BPN, Ossy Dermawan memiliki empat aset properti Rp 685 juta.
Read more »
Mulai Diterapkan, WFH di Jatim Dilaksanakan Fleksibel agar Kinerja Tetap OptimalSistem bekerja dari rumah bagi ASN mulai diterapkan di Jatim. Namun, ASN di sektor pelayanan publik tetap masuk kantor agar pelayanan kepada warga tak terganggu.
Read more »
Danantara bersama mitra siap rilis 'aviation leasing fund' pertama RIPT Danantara Investment Management (DIM), SMBC Aviation Capital dan Mandiri Investment Management mengumumkan perjanjian kerja sama untuk pengembangan Mandiri ...
Read more »
Miliarder Sukanto Tanoto Jual Properti di Singapura, Nilainya Bikin Geleng-gelengPerusahaan milik Sukanto Tanoto menjual properti di Singapura senilai USD 91 juta atau Rp 2 triliun.
Read more »
