Sensor ketat atas dampak pembalasan Iran terus diterapkan. Selain warga sipil, sensor menyasar perekam citra satelit, Planet Labs.
CALIFORNIA, MINGGU — Warga sipil dan lembaga swasta jadi sasaran sensor ketat informasi terkait dampak pembalasan Iran. Larangan penyiaran lokasi terdampak pembalasan itu diikuti sanksi keras. Kantor berita Reuters dan AFP pada Minggu melaporkan, Planet Labs mengumumkan embargo citra satelit di Timur Tengah.
Embargo berlaku sampai batas waktu yang belum ditentukan itu atas permintaan Pemerintah Amerika Serikat. Planet Labs, perusahaan di California, menyebut Pemerintah AS meminta seluruh perusahaan penyedia citra satelit untuk menerapkan embargo itu. Pengumuman itu meneruskan pernyataan sebelumnya. Awalnya, selepas AS-Israel menyerang Iran, Planet Labs mengumumkan citra satelit untuk Timur Tengah diembargo sampai 48 jam sejak direkam. Lalu, embargo diperpanjang menjadi 14 hari. Sekarang, menjadi tak terbatas. ”Ini adalah keadaan luar biasa dan kami melakukan semua yang kami bisa untuk menyeimbangkan kebutuhan semua pemangku kepentingan kami,” demikian pernyataan perusahaan. Alasan embargo: mencegah Iran memanfaatkan citra satelit untuk membidik sasaran. Faktanya, selepas embargo, berbagai lokasi di Timur Tengah tetap jadi sasaran pembalasan Iran. Penggunaan teknologi satelit untuk keperluan militer meliputi identifikasi target, panduan senjata, pelacakan rudal, dan komunikasi. Citra satelit juga membantu jurnalis dan akademisi yang mempelajari tempat-tempat yang sulit dijangkau. Beberapa spesialis ruang angkasa mengatakan, Iran dapat mengakses citra komersial dari negara lain. Selain AS, lembaga penyedia citra satelit ada dari Eropa dan Asia. Selain Planet Labs, layanan sejenis disediakan antara lain oleh Vantor/Maxar. Manajemen Vantor menyatakan, tak ada permintaan embargo dari Pemerintah AS. Di sisi lain, manajemen Vantor mengklaim sejak lama menerapkan pembatasan akses citra satelit atas wilayah konflik.Di Uni Emirat Arab , sejumlah orang ditangkap. Mereka dituding melanggar aturan soal informasi. Wujud pelanggarannya: merekam dan menyiarkan lokasi yang terdampak serangan Iran. Warga Inggris yang menjadi awak maskapai FlyDubai salah satu yang ditangkap. Ia memotret Bandara Dubai lalu membagikan foto itu ke sejumlah rekannya. Pria itu bukan satu-satunya warga Inggris yang ditangkap UEA karena tudingan serupa. Sebelumnya seorang pria berusia 60 tahun ditangkap karena merekam rudal Iran yang mengarah ke UEA. Menurut BBC, pria itu sedang berlibur di UEA kala pembalasan Iran menyasar negara-negara Timur Tengah. Iran menegaskan, pembalasan itu karena negara-negara Timur Tengah jadi lokasi asal serangan AS ke Iran. Sejumlah media AS dan Eropa telah memverifikasi sebagian serangan AS dari negara-negara Timur Tengah. Pimpinan LSM Detained in Dubai, Radha Stirling, mengatakan, sudah 21 orang ditahan di bawah undang-undang siber UEA terkait serangan balasan Iran sejak agresi AS-Israel berlangsung. Kejaksaan Agung UEA menegaskan, pihaknya menindak siapa pun yang mengunggah konten media sosial dalam situasi perang saat ini.dalam laporan tanggal 12 Maret 2026 menyatakan, belasan orang ditangkap atas tuduhan pelanggaran UU Siber dan sensor perang di Kuwait, Qatar, dan Bahrain. Mereka yang ditangkap termasuk orang-orang yang mengkritisi pemerintah dalam menyikapi konflik yang terjadi. Sensor ketat atas dampak pembalasan Iran telah berbulan-bulan diterapkan di Israel. Pewarta dari berbagai media massa secara terbuka menyatakan, foto atau video mereka bisa disiarkan setelah disensor militer Israel. Kala AS-Israel menyerang Iran pada Juni 2025, Israel juga memberlakukan pembatasan informasi itu. Menteri Keamanan Israel Itamar Ben-Gvir memerintahkan polisi menangkap siapa pun yang mengedarkan rekaman dampak pembalasan Iran ke Israel. Pelaku dapat dipenjara hingga 5 tahun. Larangan penyiaran terutama berlaku untuk fasilitas militer atau pendukungnya. Bandara Ben Gurion, sejumlah pangkalan udara Israel, sampai kantor Kementerian Pertahanan Israel di Tel Aviv terkena pembalasan Iran. Namun, Israel melarang penyiaran foto dan video dari lokasi itu. Israel hanya mengizinkan penyiaran foto dan video dari lokasi sipil. Hal itu antara lain dilakukan kala markas Unit 8200 dan Unit 9900 Israel jadi sasaran pembalasan Iran. Israel hanya mengizinkan penyiaran foto dan video kerusakan rumah sakit dan kedai di seberang kantor kedua unit intelijen militer itu. Embargo berlaku sampai batas waktu yang belum ditentukan itu atas permintaan Pemerintah Amerika Serikat.Serangan AS ke Iran Melanggar Hukum Internasional dan Berpotensi Jadi Kejahatan Perang Para pakar hukum internasional di Amerika Serikat bersikap kritis terkait serangan AS atas Iran. Tindakan AS dinilai mengarah pada pengabaian dan pelanggaran hukum.Planet Labs, perusahaan di California, menyebut Pemerintah AS meminta seluruh perusahaan penyedia citra satelit untuk menerapkan embargo itu. Pengumuman itu meneruskan pernyataan sebelumnya. Awalnya, selepas AS-Israel menyerang Iran, Planet Labs mengumumkan citra satelit untuk Timur Tengah diembargo sampai 48 jam sejak direkam. Lalu, embargo diperpanjang menjadi 14 hari. Sekarang, menjadi tak terbatas. ”Ini adalah keadaan luar biasa dan kami melakukan semua yang kami bisa untuk menyeimbangkan kebutuhan semua pemangku kepentingan kami,” demikian pernyataan perusahaan. Alasan embargo: mencegah Iran memanfaatkan citra satelit untuk membidik sasaran. Faktanya, selepas embargo, berbagai lokasi di Timur Tengah tetap jadi sasaran pembalasan Iran. Penggunaan teknologi satelit untuk keperluan militer meliputi identifikasi target, panduan senjata, pelacakan rudal, dan komunikasi. Citra satelit juga membantu jurnalis dan akademisi yang mempelajari tempat-tempat yang sulit dijangkau. Beberapa spesialis ruang angkasa mengatakan, Iran dapat mengakses citra komersial dari negara lain. Selain AS, lembaga penyedia citra satelit ada dari Eropa dan Asia. Selain Planet Labs, layanan sejenis disediakan antara lain oleh Vantor/Maxar. Manajemen Vantor menyatakan, tak ada permintaan embargo dari Pemerintah AS. Di sisi lain, manajemen Vantor mengklaim sejak lama menerapkan pembatasan akses citra satelit atas wilayah konflik.Citra Satelit hingga ”Sonic Boom” untuk Melacak Nasrallah Pemimpin Hizbullah Bersama AS, Israel memakai beragam teknologi dan taktik melacak Hassan Nasrallah. Salah satunya ”sonic boom” jet tempur.Di Uni Emirat Arab , sejumlah orang ditangkap. Mereka dituding melanggar aturan soal informasi. Wujud pelanggarannya: merekam dan menyiarkan lokasi yang terdampak serangan Iran. Warga Inggris yang menjadi awak maskapai FlyDubai salah satu yang ditangkap. Ia memotret Bandara Dubai lalu membagikan foto itu ke sejumlah rekannya. Pria itu bukan satu-satunya warga Inggris yang ditangkap UEA karena tudingan serupa. Sebelumnya seorang pria berusia 60 tahun ditangkap karena merekam rudal Iran yang mengarah ke UEA. Menurut BBC, pria itu sedang berlibur di UEA kala pembalasan Iran menyasar negara-negara Timur Tengah. Iran menegaskan, pembalasan itu karena negara-negara Timur Tengah jadi lokasi asal serangan AS ke Iran. Sejumlah media AS dan Eropa telah memverifikasi sebagian serangan AS dari negara-negara Timur Tengah. Pimpinan LSM Detained in Dubai, Radha Stirling, mengatakan, sudah 21 orang ditahan di bawah undang-undang siber UEA terkait serangan balasan Iran sejak agresi AS-Israel berlangsung. Kejaksaan Agung UEA menegaskan, pihaknya menindak siapa pun yang mengunggah konten media sosial dalam situasi perang saat ini.dalam laporan tanggal 12 Maret 2026 menyatakan, belasan orang ditangkap atas tuduhan pelanggaran UU Siber dan sensor perang di Kuwait, Qatar, dan Bahrain. Mereka yang ditangkap termasuk orang-orang yang mengkritisi pemerintah dalam menyikapi konflik yang terjadi.Israel Sensor Ketat Pemberitaan Dampak Pembalasan Iran Aparat Israel menangkapi siapa pun yang menyiarkan rekaman dampak pembalasan Iran. Semua informasi dampak pembalasan itu harus disensor sebelum disiarkan.Sensor ketat atas dampak pembalasan Iran telah berbulan-bulan diterapkan di Israel. Pewarta dari berbagai media massa secara terbuka menyatakan, foto atau video mereka bisa disiarkan setelah disensor militer Israel. Kala AS-Israel menyerang Iran pada Juni 2025, Israel juga memberlakukan pembatasan informasi itu. Menteri Keamanan Israel Itamar Ben-Gvir memerintahkan polisi menangkap siapa pun yang mengedarkan rekaman dampak pembalasan Iran ke Israel. Pelaku dapat dipenjara hingga 5 tahun. Larangan penyiaran terutama berlaku untuk fasilitas militer atau pendukungnya. Bandara Ben Gurion, sejumlah pangkalan udara Israel, sampai kantor Kementerian Pertahanan Israel di Tel Aviv terkena pembalasan Iran. Namun, Israel melarang penyiaran foto dan video dari lokasi itu. Israel hanya mengizinkan penyiaran foto dan video dari lokasi sipil. Hal itu antara lain dilakukan kala markas Unit 8200 dan Unit 9900 Israel jadi sasaran pembalasan Iran. Israel hanya mengizinkan penyiaran foto dan video kerusakan rumah sakit dan kedai di seberang kantor kedua unit intelijen militer itu.
X Hide Educate Me AS Israel Serang Iran Sensor Planet Labs Citra Satelit Keterbukaan Informasi Utama X-Hide-Update-Me
United States Latest News, United States Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
61.000 Rumah di Iran Rusak akibat Perang dengan AS dan IsraelSerangan yang terus berlangsung telah menyebabkan kerusakan luas pada infrastruktur sipil dan memaksa banyak keluarga meninggalkan tempat tinggal.
Read more »
Dampak Perang Iran: Kerusakan Luas dan Krisis KemanusiaanSerangan Israel ke Iran menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur dan krisis kemanusiaan, dengan jutaan warga menghadapi ketidakpastian. Iran memanfaatkan pulau-pulau strategis di Selat Hormuz untuk pertahanan.
Read more »
Dolar AS Perkasa saat Kekhawatiran Perang Mencuat LagiDolar AS menguat tajam saat kekhawatiran perang AS-Iran kembali memanas. Pidato Trump picu aksi safe haven, tekan euro dan pound serta dorong indeks dolar naik.
Read more »
Perang Iran: Bagaimana media massa Israel memberitakan perang AS-Israel dan Iran?Nyaris tidak ada suara kritis yang muncul di media arus utama Israel sejak militer mereka dan AS menyerang Iran, akhir Februari lalu. Berbagai hoaks juga beredar di media sosial di negara itu.
Read more »
Perang Iran vs Israel-AS: Apakah kita menuju Perang Dunia Ketiga?Satu bulan telah berlalu sejak perang antara AS-Israel melawan Iran pecah. Namun pertanyaan tentang perang berskala besar yang meluas terus bermunculan.
Read more »
Sensor Ketat Informasi Dampak Pembalasan IranPemerintah AS meminta perusahaan penyedia citra satelit untuk melakukan embargo informasi terkait dampak pembalasan Iran, dengan alasan mencegah Iran memanfaatkan citra satelit untuk membidik sasaran. Embargo dilakukan di tengah berlanjutnya serangan di Timur Tengah dan penangkapan di UEA terkait penyebaran informasi.
Read more »
