Dampak dari pembebasan risiko utama komoditas utama, yang dipicu oleh kembalinya ekspektasi pemangkasan suku bunga dan meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, mengakibatkan penurunan tajam harga emas. Sebaliknya, perak mencatatkan pembalikan arah yang agresif, berbalik menambah losses dari minggu lalu dan melonjak ke level 78 Dolar AS per ons.
Harga emas anjlok ke level 4.550 Dolar AS per ons pada akhir perdagangan Senin 18 Mei 2026, menguji titik terendah sejak akhir Maret. Penurunan tajam komoditas safe haven utama ini dipicu oleh runtuhnya ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve , yang kini justru berpotensi bersikap lebih agresif demi meredam lonjakan inflasi terbaru.
Tekanan inflasi global kian nyata setelah ketegangan geopolitik di Timur Tengah meningkat. Kebuntuan antara AS dan Iran yang berlanjut hingga akhir pekan, termasuk blokade jalur kapal komersial di Selat Hormuz, telah memicu kelangkaan minyak mentah dan bahan bakar olahan global. Dampaknya, harga energi melesat tajam mendekati rekor tertinggi baru, yang langsung berimbas pada lonjakan Indeks Harga Produsen serta mendorong inflasi konsumen ke level tertinggi dalam tiga tahun terakhir.
Dalam situasi di mana imbal hasil obligasi pemerintah terus merangkak naik, daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil memudar karena investor lebih memilih memarkir dana mereka pada instrumen pendapatan tetap. Secara historis, pergerakan emas di level 4.550 Dolar AS mencerminkan pergeseran paradigma baru di pasar komoditas, di mana nilai emas telah naik berlipat ganda dibandingkan rata-rata pergerakan jangka panjangnya di kisaran 1.800 Dolar AS hingga 2.000 Dolar AS pada awal dekade 2020-an, didorong oleh devaluasi mata uang fiat dan akumulasi masif oleh bank-bank sentral dunia.
Kontras dengan emas, perak justru berhasil menghapus kerugian masif 12 persen dari minggu lalu dan melonjak ke level 78 Dolar AS per ons. Trading Ecominics melaporkan, pembalikan arah yang agresif ini dipicu oleh spekulasi pasar terkait peluang reda atau selesainya konflik di Timur Tengah. Meskipun Presiden AS Donald Trump secara terbuka mendesak Iran untuk segera mengambil tindakan, beredar laporan yang belum dikonfirmasi di pasar mengenai potensi kesepakatan besar.
Pasar Komoditas Pasar Aset Emas Harga Emas Suku Bunga Federal Reserve Inflation Pinggang Minyak Blokade Perdagangan Minyak Energi Index Harga Produsen Inflasi Konsumen Nilai Emas Jangka Panjangnya Mata Uang Fiat Akumulasi Bank Sentral Kontrak Front Komoditas Perdaganganumuman
United States Latest News, United States Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Penurunan Harga Emas Di Pegadaian, Investor Diperlihatkan Momentum Kuat Dalam Menggandeng Emas Untuk BertahapPerdagangan Minggu, 17 Mei 2026, terjadi penurunan harga emas pewarnaan di Pegadaian dibandingkan perdagangan sebelumnya. Penurunan ini memicu momentum kuat untuk menambah aset emas secara bertahap, walaupun pergerakan harga emas tetap dapat berubah sewaktu-waktu
Read more »
Apa yang mempengaruhi harga emas Antam hari ini?Apa yang mempengaruhi harga emas Antam hari ini dengan pergerakan harga emas dunia, koreksi imbal hasil obligasi, dolar AS, inflasi, dan kata-kata Presiden AS Donald Trump. Harga buyback emas Antam juga tak bergerak. Harga buyback emas Antam hari ini dibanderol Rp 2.576.000 per gram. Untuk diketahui, harga buyback ini adalah jika Anda akan menjual emas, Antam akan membelinya di harga Rp 2.576.000 gram.
Read more »
Daftar Harga Emas Perhiasan Raja Emas dan Laku Emas 18 Mei 2026Simak prediksi fluktuasi harga emas perhiasan dari pengamat komoditas serta daftar harga terbaru di Raja Emas dan Laku Emas pada 18 Mei 2026.
Read more »
Harga Emas di Antam Turun, tapi Emas Berjangka As Turun BerlipatHarga emas bijih Antam turun Rp 5.000 per gram dibanding perdagangan kemarin, tapi harga emas berjangka AS sama sekali tidak berubah. Sedangkan harga minyak dunia melonjak, menyebabkan harga emas secara global naik.
Read more »
