Krisis Pupuk Mengancam Musim Tanam di Asia Tenggara

Ekonomi News

Krisis Pupuk Mengancam Musim Tanam di Asia Tenggara
Krisis PupukPetani Asia TenggaraHarga Pupuk

Petani di Asia Tenggara, termasuk Thailand dan Vietnam, menghadapi krisis pupuk yang menyebabkan harga melonjak dan ketidaktersediaan. Hal ini membuat banyak petani memutuskan untuk tidak menanam padi musim ini. Keterbatasan ekspor pupuk dari China dan gangguan di Selat Hormuz memperburuk situasi, berpotensi mengurangi hasil panen di lumbung padi dunia.

Saat musim tanam mulai tiba di sawah-sawah di kawasan Asia Tenggara, Suchart Piamsomboon, petani berusia 60 tahun dari Provinsi Chachoengsao, Thailand, mendatangi toko setempat untuk membeli pupuk.

Namun pupuk yang ia cari belum tiba. Dan, katanya, mungkin tak akan tiba. Kalaupun datang, harganya akan lebih dari 1.100 baht per karung—naik dari 800–900 baht dari harga sekitar sebulan lalu.

"Saya memutuskan untuk tidak menanam," katanya ketika ditanya apakah ia akan menanam musim ini. "Bertani hanya membawa kerugian finansial. Saya lebih baik bekerja sebagai buruh harian dan mendapat 100 hingga 200 baht per hari sekadar untuk bertahan hidup. Pengeluaran tidak turun, tapi pendapatan terus menurun.

"Dari sentra produksi padi Thailand hingga Delta Mekong di Vietnam, para petani di seluruh Asia melakukan perhitungan yang sama — dan sampai pada kesimpulan suram yang sama. Musim tanam telah tiba. Pupuk tidak ada. Dan keputusan yang dibuat dalam beberapa minggu ke depan akan menentukan seberapa besar hasil panen lumbung padi dunia di akhir tahun.

Kisah korban adopsi ilegal Belanda yang berjuang menjadi WNI – 'Darah kami adalah darah orang Indonesia'Perompak Somalia bangkit lagi, empat WNI jadi sandera – 'Laut adalah bisnis kami' Ketika Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari, Selat Hormuz —jalur laut sempit yang dilalui sekitar sepertiga perdagangan pupuk global melalui laut—praktis tertutup. Dalam beberapa minggu setelah perang dimulai, harga urea, pupuk nitrogen paling umum di dunia, melonjak lebih dari 40%.

Ketika ekspor melalui selat itu terhenti, perhatian dunia beralih ke China, produsen pupuk terbesar di planet ini. Namun China menutup pintunya sendiri—pada Maret, Beijing melarang ekspor beberapa jenis pupuk yang krusial bagi industri pertanian. Antara setengah hingga 80% dari ekspor pupuk tersebut kini dibatasi, menurut analisis Reuters atas data kepabeanan China. Di Provinsi Shandong, China, seorang eksportir pupuk yang meminta namanya tidak disebutkan menggambarkan menerima pemberitahuan dari pemerintah untuk menghentikan ekspor.

Selama beberapa tahun terakhir, perusahaan impor-ekspornya telah mengekspor pupuk ke negara-negara yang sebagian besar berada di kawasan Asia Pasifik seperti Thailand, Indonesia, dan Selandia Baru. Ia mengatakan perusahaannya telah menandatangani kontrak dan mengonfirmasi tanggal pengapalan ke "setidaknya lima atau enam negara" sebelum larangan diberlakukan.

"Kami sudah menerima pesanannya," katanya. "Klien sedang menunggu. Tapi sekarang kami diberitahu untuk tidak mengirim.

" "Tentu saja, kami khawatir tentang bisnis, tetapi kami memahami mengapa pemerintah melakukan ini," tambahnya. "Pemerintah berusaha memastikan pasokan domestik yang cukup, jadi kami akan mematuhi peraturan. " Seorang petani menyebarkan pupuk urea bersubsidi pada tanaman padi di Desa Karangkerto, Malang, Indonesia, 30 April 2026.

Satu-satunya pupuk yang masih diekspor China dalam jumlah berarti adalah amonium sulfat, produk sampingan industri berkualitas lebih rendah yang merupakan pengganti yang buruk bagi pupuk lain yang lebih penting untuk menanam tanaman pangan utama seperti padi.

"Dampak gabungan dari larangan ekspor China dan penutupan Selat Hormuz pasti akan mengguncang pasar pupuk global dan ketahanan pangan," kata Joseph Glauber, Research Fellow Emeritus di International Food Policy Research Institute yang berbasis di Washington. Kepemimpinan China telah menjadikan swasembada pangan sebagai pilar politik domestik: sebuah undang-undang ketahanan pangan nasional yang disahkan pada 2023 mewajibkan pemerintah daerah untuk memasukkan target produksi pangan langsung ke dalam rencana ekonomi mereka.

Mengizinkan pupuk mengalir keluar dari negara pada saat harga global melonjak akan mendorong kenaikan harga domestik China, menekan para petani yang justru ingin dilindungi oleh kebijakan tersebut.

"Di China, ketahanan pangan adalah isu politik utama, dan memastikan ada cukup pangan untuk pasar domestiknya adalah sesuatu yang tidak bersedia dikompromikan oleh pemerintah," kata Profesor Paul Teng, Senior Fellow di bidang ketahanan pangan di Singapura. Dengan Selat Hormuz tertutup, akses China terhadap gas alam cair yang menjadi bahan baku utama untuk memproduksi pupuk nitrogen juga terancam.

Bagi Asia Tenggara, kawasan yang secara struktural bergantung pada pasokan pupuk China, keputusan Beijing untuk menghentikan ekspor telah berdampak besar.adalah salah satu eksportir beras utama dunia, yang memasok sebagian besar kebutuhan Filipina dan beberapa bagian Afrika. Pada kuartal pertama 2026, China menyumbang lebih dari setengah dari total impor pupuk Vietnam berdasarkan volume: lebih dari 480.000 ton.berada dalam posisi yang bahkan lebih genting. Negara itu bergantung pada China untuk 75% kebutuhan pupuknya dan hampir tidak memiliki produksi domestik sebagai penyangga.

Yang memperburuk keadaan, Filipina bergantung pada Vietnam untuk hampir sekitar 80% impor berasnya. Rantai pasokannya adalah garis lurus ketergantungan: konsumen Filipina bergantung pada beras Vietnam, dan petani Vietnam bergantung pada pupuk China. Putuskan satu mata rantai, dan seluruh rantai bisa runtuh. , negara yang sektor pertaniannya begitu berpengaruh, yang ekspor berasnya membantu memberi makan sebagian besar Asia, memperoleh sekitar seperlima pupuknya dari China pada 2024 dan secara terpisah menarik 32% dari total impor pupuknya dari Teluk.

Kedua jalur pasokan itu kini terganggu secara bersamaan. Konsekuensi dari semua ini tidak akan muncul dalam harga pangan minggu ini, atau bahkan bulan depan. Dampaknya baru akan terlihat di akhir tahun, ketika panen yang seharusnya ditanam pada musim semi ini masuk dalam jumlah yang lebih kecil dari seharusnya, atau tidak ada sama sekali, menurut para analis.

"Negara-negara yang berbeda mungkin memiliki persediaan pupuk yang cukup untuk musim tanam segera, tetapi jika krisis ini berlarut-larut lebih lama, kita akan melihat dampaknya pada tanaman seperti padi dalam beberapa bulan ke depan," kata Profesor Teng. Program Pangan Dunia PBB memperkirakan bahwa dampak gabungan dari konflik Timur Tengah dapat mendorong 45 juta orang tambahan ke dalam kelaparan akut pada 2026. Di Asia dan Pasifik, kerawanan pangan diperkirakan meningkat sebesar 24%— peningkatan relatif terbesar dibandingkan wilayah mana pun di dunia.

"Terkadang saya berharap para petani padi di seluruh negeri berhenti menanam sama sekali, sehingga pemerintah tidak punya beras untuk dimakan dan mengerti bagaimana perasaan kami," kata Pratheuang Piamsomboon, petani padi berusia 48 tahun di Distrik Nong Chok, Bangkok. Cerita keluarga Kristen di Lebanon menemukan rumahnya hancur akibat serangan Israel melalui citra satelit – 'Akhirnya, warga sipil yang menanggung akibatnya' Kasus daycare Jogja, kesaksian orang tua korban: 'Anak-anak diikat kaki dan tangan, tidak pakai baju, dan hanya pakai popok' Demo di Kaltim, Gubernur Rudy Mas'ud minta maaf – 'Yang menyakiti kita bukan kawat duri, tapi kebijakan yang tidak adil'

We have summarized this news so that you can read it quickly. If you are interested in the news, you can read the full text here. Read more:

BBCIndonesia /  🏆 42. in İD

Krisis Pupuk Petani Asia Tenggara Harga Pupuk Ketidaktersediaan Pupuk Produksi Padi

 

United States Latest News, United States Headlines

Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.

Efek Perang Iran-AS, China Makin Bebas Mendominasi Kawasan Asia TenggaraEfek Perang Iran-AS, China Makin Bebas Mendominasi Kawasan Asia TenggaraJPNN.com : Fokus AS ke Timur Tengah dinilai buka ruang China perkuat pengaruh di Asia Tenggara
Read more »

Evanescence Umumkan Tur Asia 2026: Pasti di Malaysia, Indonesia Masih Tanda TanyaEvanescence Umumkan Tur Asia 2026: Pasti di Malaysia, Indonesia Masih Tanda TanyaTiket Dibuka Mei 2026, Evanescence Siap Konser di Asia Tenggara
Read more »

Ahli IPB: Ikan Sapu-Sapu Lebih Aman Dimanfaatkan Jadi Pupuk Tanaman HiasAhli IPB: Ikan Sapu-Sapu Lebih Aman Dimanfaatkan Jadi Pupuk Tanaman HiasIkan sapu-sapu dari perairan tercemar tak aman dikonsumsi. Ahli IPB menyarankan pemanfaatannya sebagai pupuk tanaman hias.
Read more »

Harga Solar di Negara Asia Ini Tembus Rp51 Ribu per Liter, Krisis Pangan MengintaiHarga Solar di Negara Asia Ini Tembus Rp51 Ribu per Liter, Krisis Pangan MengintaiKrisis BBM Myanmar makin parah. Harga solar di pasar gelap tembus Rp51 ribu per liter, panen padi terhambat dan ancaman krisis pangan meningkat. Baca di sini
Read more »

Harta Pemilik Green SM, Ternyata Orang Terkaya Se-Asia TenggaraHarta Pemilik Green SM, Ternyata Orang Terkaya Se-Asia TenggaraBerapa harta kekayaan pemilik Green SM? Simak ulasannya
Read more »

UI Kokoh di Puncak Nasional, Naik ke 19 Asia Tenggara dalam Pemeringkatan THE 2026UI Kokoh di Puncak Nasional, Naik ke 19 Asia Tenggara dalam Pemeringkatan THE 2026Universitas Indonesia (UI) mencatat sebagai kampus terbaik di Tanah Air dengan mempertahankan peringkat pertama nasional dalam Time Higher Educatio (THE) Asia University Rankings 2026.
Read more »



Render Time: 2026-05-16 07:04:58