Mencatat penguatan lima hari berturut-turut, Dolar AS menguat, sementara Euro melemah, meskipun Pair Yen Jepang-Dolar AS menunjukan kelemahan.
Dolar AS di pasar uang New York terus perkasa hingga Jumat 15 Mei 2026 waktu setempat. Mencatat penguatan lima hari berturut-turut sekaligus membukukan kenaikan mingguan terbesar dalam dua bulan.
Penguatan ini didorong oleh meningkatnya ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve berpeluang kembali menaikkan suku bunga akibat tekanan inflasi. Kondisi ini sejalan dengan melonjaknya imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun ke level 4,599 persen, tertinggi dalam setahun. Pemicu utamanya adalah terhambatnya pasokan energi di Selat Hormuz akibat konflik Iran, yang mengerek harga komoditas. Indeks Dolar menguat 0,32 persen ke level 99,27 .
Naik 1,5 persen dalam sepekan. Euro melemah 0,39 persen ke 1,1623 Dolar AS , turun 1,4 persen dalam sepekan. Sedangkan Yen Jepang melemah ke 158,74 per Dolar AS, mendekati level psikologis 160 yang rawan intervensi. Analis menilai pergerakan mata uang saat ini sepenuhnya disetir oleh kekhawatiran inflasi di pasar obligasi.
Meskipun Presiden Fed New York John Williams menilai kebijakan saat ini sudah di"tempat yang baik", data CME FedWatch menunjukkan peluang kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 bps pada Desember melonjak drastis menjadi 49,5 persen, dari yang sebelumnya hanya 14,3 persen pada pekan lalu.
Dolar AS Euro Yen Jepang Pasokan Energi Konflik Iran Harga Komoditas Imbal Hasil Obligasi Fed Suku Bunga Inflasi Persentase Pesan
United States Latest News, United States Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Rupiah Terguncang, Purbaya Pilih Bentengi Pasar Obligasi: Kami Enggak Masuk ke Pasar Dolar LangsungBerita Rupiah Terguncang, Purbaya Pilih Bentengi Pasar Obligasi: Kami Enggak Masuk ke Pasar Dolar Langsung terbaru hari ini 2026-05-14 09:24:48 dari sumber yang terpercaya
Read more »
Harga Emas Turun Lagi, Minyak-Dolar AS Tekan PasarHarga emas dunia mulai turun setelah mencapai puncak dipengaruhi oleh lonjakan harga minyak dan penguatan dolar AS.
Read more »
Kurs Dolar AS di pasar mata uang New York melanjutkan penguatanKurs Dolar AS di pasar mata uang New York melanjutkan penguatan untuk hari keempat berturut-turut pada akhir perdagangan Kamis, 14 Mei 2026. Awan Gelap di Teheran, Sinyal Hijau bagi Dolar AS Indeks Dolar (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,37 persen ke posisi 98,83, menandai jalur penguatan harian terpanjang sejak akhir Maret. Sentimen positif didukung oleh data penjualan ritel AS yang tumbuh 0,5 persen serta kondisi pasar tenaga kerja yang tetap stabil dengan klaim pengangguran di angka 211.000. Namun, lonjakan harga impor sebesar 1,9 persen, terbesar dalam empat tahun akibat kenaikan harga bahan bakar, memicu kekhawatiran inflasi baru. Kondisi ini membuat pasar mulai menghapus ekspektasi pemangkasan bunga tahun ini, bahkan spekulasi kenaikan suku bunga pada Desember 2026 berdasarkan FedWatch Tool meningkat menjadi 36,9 persen.
Read more »
