Sebanyak 98 mata air di Bandung Utara mengalami penurunan debit akibat alih fungsi lahan.
- Sebanyak 98 mata air di kawasan Bandung Utara ditemukan mengalami penurunan debit . Beberapa di antaranya adalah Mata Air Ciwangun dan Mata Air Cibadak yang terus menyusut.
Temuan tersebut diungkapkan Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Sumber Daya Geologi BRIN, Ananta Purwoarminta dalam studi kasus berjudul"Hidrogeologi Mata Air Endapan Vulkanik". Ananta menjelaskan kondisi yang ditemukannya terjadi karena alih fungsi lahan secara masif terjadi di zona tangkapan air atau recharge area. Perubahan tutupan lahan dapat mengurangi kemampuan tanah dalam menyerap air hujan, pada akhirnya berdampak langsung dengan ketersediaan air tanah di Cekungan Bandung.
"Karakteristik hidrogeologi vulkanik di Bandung Utara sangat unik, di mana air hujan meresap melalui batuan permeabel pada ketinggian 1.200 hingga 1.700 mdpl. Namun efektivitas resapan terganggu akibat hilangnya area resapan alami," jelas Ananta dikutip dari laman resmi BRIN, Selasa . Riset itu menggunakan teknologi isotop lingkungan dan hidrogeokimia untuk menelusuri asal-usul dan aliran air tanah. Dengan melakukan kajian dapat menetapkan dasar zona lindung yang bebas dari pembangunan fisik.
BRIN juga menawarkan penerapan teknologi imbuhan buatan. Tujuannya agar dapat mengoptimalkan pengisian ulang air tanah. Teknologi tersebut dilakukan dengan cara pembangunan sumur serapan, biopori, dan parit imbuhan. Semuanya dirancang secara terukur agar dapat mengarahkan air hujan masuk ke dalam akuifer.
Cara yang dilakukan diharapkan bisa mengompensasi berkurangnya area resapan alami, juga menjaga keseimbangan neraca air tanah secara berkelanjutan. Ananta juga menyoroti terkait pergeseran ilmu kebumian. Bukan hanya berfokus pada eksploitasi sumber daya, namun ilmu itu mendukung pula soal transisi energi bersih dan pencapaian target net zero emission. Salah satu potensinya adalah soal pengembangan sumber energi non-konvensional seperti gas hidrogen alami.
Menurutnya sangat penting untuk melakukan tata kelola sumber daya adaptif pada perubahan lingkungan. Perlindungan zona tangkapan aiar dinilai jadi langkah fundamental dalam menjamin keberlanjutan pasokan air bagi masyarakat.
"Sinergi antara riset kebumian dan kebijakan tata ruang yang tepat menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan," dia menjelaskan.
Mata Air Penurunan Debit Bandung Utara Hidrogeologi Brin Alih Fungsi Lahan Ketersediaan Air Tanah Teknologi Imbuhan Perlindungan Lingkungan Keberlanjutan Sumber Daya.
United States Latest News, United States Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Saksi Mata Kecelakaan KRL Bekasi ke Media Asing: Semua Terjadi Sekejap MataPortal berita yang menyajikan informasi terhangat baik peristiwa politik, entertainment dan lain lain
Read more »
Kawasan Kumuh Remu Utara di Sorong Siap Dipersolek JuniPemerintah memastikan penataan kawasan kumuh di Remu Utara seluas 15,4 hektar, Distrik Sorong, Kota Sorong, akan mulai dilaksanakan Juni 2026.
Read more »
Di Balik Sirine dan Air Mata, Sehari Bersama Polwan Satlantas Penjaga Kota Bandar LampungDi tengah padatnya arus lalu lintas Kota Bandar Lampung, langkah cepat seorang Polwan memecah keramaian.
Read more »
Kemenhut gandeng KDM tertibkan kerusakan Bandung UtaraDirektorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan Kementerian Kehutanan menyiapkan langkah penertiban kerusakan lingkungan di kawasan Bandung Utara dengan ...
Read more »
Demi Mencegah Kerusakan Lingkungan Hidup di Bandung Utara, Kemenhut Bakal Gandeng Dedi MulyadiBerita Demi Mencegah Kerusakan Lingkungan Hidup di Bandung Utara, Kemenhut Bakal Gandeng Dedi Mulyadi terbaru hari ini 2026-04-29 20:32:43 dari sumber yang terpercaya
Read more »
Gandeng Dedi Mulyadi, Kemenhut Siapkan Langkah Tegas Tertibkan Kerusakan Lingkungan Bandung UtaraBerita Gandeng Dedi Mulyadi, Kemenhut Siapkan Langkah Tegas Tertibkan Kerusakan Lingkungan Bandung Utara terbaru hari ini 2026-04-30 04:27:38 dari sumber yang terpercaya
Read more »
