Kisah Sukses Pembudidaya Ikan Nila di Sungai Mahakam: Dari Duka Wabah Menuju Kesejahteraan

Ekonomi & Bisnis News

Kisah Sukses Pembudidaya Ikan Nila di Sungai Mahakam: Dari Duka Wabah Menuju Kesejahteraan
Budidaya IkanIkan NilaSungai Mahakam

Kisah inspiratif pembudidaya ikan di Loa Kulu, Kalimantan Timur yang berhasil bangkit dari keterpurukan akibat wabah penyakit ikan dan kini menjadi contoh sukses budidaya ikan nila dengan dukungan pendidikan dan pendampingan.

Muhmajadi, Ketua Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Gawi Baimbai Sejahtera memperlihatkan ikan nila pada salah satu petak keramba di tepi sungai Mahakam. Samarinda (ANTARA) - Langkah kaki terasa bergoyang lembut mengikuti irama arus Sungai Mahakam saat menapaki jembatan ulin yang membingkai 36 petak keramba jaring apung di Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu , Kabupaten Kutai Kartanegara , Kalimantan Timur.

Di bawah permukaan air, suara riuh ikan nila terdengar jelas, berebutan saat pakan ditaburkan. Di atas keramba jaring apung yang menghasilkan hingga satu ton per bulan ini, Muhmajadi berdiri. Dia adalah pembudidaya ikan berpengalaman selama 24 tahun. 'Nila-nila ini telah mengangkat ekonomi keluarga kami, meskipun perjalanan mencapai posisi saat ini tidaklah mudah,' ujar Muhmajadi sambil tersenyum. Tahun 2005 menjadi epos duka yang masih terukir dalam ingatan para pembudidaya ikan di Loa Kulu. Pada tahun itu, dari keramba di sepanjang tepi Sungai Mahakam Kecamatan Loa Kulu, berhamburan bangkai ikan mas. Wabah Koi Herpes Virus (KHP) datang meluluhlantakkan modal, tenaga, dan harapan para pembudidaya lokal. Muhmajadi, yang telah memulai usaha budidaya ikan mas sejak 2002, harus menyaksikan hasil jerih payahnya musnah hanya dalam hitungan minggu. Tidak sedikit pembudidaya setempat akhirnya harus gulung tikar. Namun, menyerah pada keadaan bukanlah pilihan bagi pria yang kini menjabat sebagai Ketua Pokdakan Gawi Baimbai Sejahtera di Desa Jembayan tersebut. Ia bersama anggota pokdakan memutar otak dan mengambil keputusan untuk melakukan perubahan haluan. Muhmajadi mengganti komoditas utamanya dari ikan mas ke ikan nila yang terbukti lebih tahan, meskipun ia tetap menyisakan sedikit ruang untuk ikan mas dan baung. Dari 36 petak keramba jaring apungnya yang dialiri arus Sungai Mahakam, Muhmajadi secara rutin mampu memanen hingga satu ton ikan nila setiap bulannya. Untuk satu pokdakan, total panen nila mencapai lebih dari 10 ton. Kampung Perikanan Budidaya Loa Kulu memiliki total 40 kelompok pembudidaya ikan. Kelompok ini terbagi dari spesialis pembibitan hingga penggemukan ikan. Ikan nila kampung yang kini menjadi primadona dalam pemenuhan kebutuhan di Kalimantan Timur, menjadi potensi yang terus didorong oleh pemerintah setempat.Potensi perikanan yang besar ini membutuhkan dukungan sumber daya manusia yang memadai. Pemerintah daerah menyadari pentingnya hal ini dan mengambil langkah konkret dengan memberikan intervensi pendidikan. Pada tahun 2025, Muhmajadi bersama delapan perwakilan lainnya dari berbagai desa di Kutai Kartanegara—termasuk dua orang dari Desa Jembayan—dikirim oleh pemerintah daerah untuk mengikuti pendidikan intensif selama tujuh bulan di Sekolah Perikanan Rakyat (SPR) Institut Teknologi Bandung (ITB). Bagi para pembudidaya tradisional, ini merupakan sebuah terobosan besar. Di bangku pendidikan singkat tersebut, mereka tidak hanya diajarkan cara memberi pakan ikan, melainkan digembleng secara komprehensif mengenai teknik budidaya modern, mitigasi penanganan penyakit secara ilmiah, hingga manajemen bisnis secara kolektif. Pembelajaran ini mencakup aspek teknis, seperti pemilihan bibit unggul, pengendalian kualitas air, dan pencegahan penyakit. Selain itu, mereka juga mempelajari aspek non-teknis, seperti perencanaan keuangan, pemasaran produk, dan pengelolaan kelompok. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para pembudidaya ikan, sehingga mereka mampu mengembangkan usaha budidaya ikan secara berkelanjutan dan meningkatkan pendapatan mereka. Pelatihan ini juga diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk perikanan lokal di pasar regional dan nasional.Sebagai pokdakan percontohan, tanggung jawab Muhmajadi kini melampaui batas-batas keramba sendiri. Ia dan kelompoknya aktif turun ke masyarakat, memberikan pendampingan langsung kepada kelompok pembudidaya lain. Pendampingan ini bertujuan untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman, serta membantu kelompok pembudidaya lain dalam mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi. Muhmajadi dan kelompoknya memberikan pelatihan tentang teknik budidaya yang baik, cara mengelola keuangan, dan strategi pemasaran produk. Mereka juga membantu dalam mengidentifikasi potensi pasar dan menjalin kemitraan dengan pihak terkait. Dengan adanya pendampingan ini, diharapkan kelompok pembudidaya lain dapat meningkatkan produktivitas, kualitas produk, dan pendapatan mereka. Hal ini pada gilirannya akan memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah. Upaya yang dilakukan Muhmajadi dan kelompoknya ini merupakan contoh nyata dari semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama pembudidaya ikan. Ini juga menunjukkan komitmen mereka untuk mengembangkan sektor perikanan di daerahnya secara berkelanjutan

We have summarized this news so that you can read it quickly. If you are interested in the news, you can read the full text here. Read more:

antaranews /  🏆 6. in İD

Budidaya Ikan Ikan Nila Sungai Mahakam Loa Kulu Kutai Kartanegara Pendidikan Perikanan

 

United States Latest News, United States Headlines

Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NUPresiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NUPengasuh Pondok Pesantren (PP) Ma’hadul Ilmi as-Syar’i (MIS) Sarang, Rembang, Jawa Tengah, KH Achmad Rosikh Roghibi meminta Presiden Prabowo Subianto
Read more »

Daftar 15 Orang Amerika Paling Sukses dari Hasil Usaha Sendiri, Meniti Karier dari NolDaftar 15 Orang Amerika Paling Sukses dari Hasil Usaha Sendiri, Meniti Karier dari NolSimak daftar 15 tokoh self-made Amerika Serikat yang sukses menjalankan karier atau bisnis dari nol hingga menjadi miliarder.
Read more »

Kisah Supriadi: Dulu Belajar Silvofishery ke Kalimantan, Kini Sukses Budidaya Nila di Lombok TimurKisah Supriadi: Dulu Belajar Silvofishery ke Kalimantan, Kini Sukses Budidaya Nila di Lombok TimurPortal berita yang menyajikan informasi terhangat baik peristiwa politik, entertainment dan lain lain
Read more »

Keuangan Lancar, 3 Zodiak Ini Diprediksi Sukses Finansial 11 April 2026Keuangan Lancar, 3 Zodiak Ini Diprediksi Sukses Finansial 11 April 2026Portal berita yang menyajikan informasi terhangat baik peristiwa politik, entertainment dan lain lain
Read more »

Memang Ditakdirkan Kaya Raya, 3 Shio Ini Diprediksi Bakal Sukses Jadi Pengusaha BesarMemang Ditakdirkan Kaya Raya, 3 Shio Ini Diprediksi Bakal Sukses Jadi Pengusaha BesarBerikut tiga shio yang diprediksi akan memasuki masa kejayaan dalam dunia usaha dan perdagangan dalam waktu dekat.
Read more »

KemenKP Dorong Penerapan Sistem Ketertelusuran Ikan NasionalKemenKP Dorong Penerapan Sistem Ketertelusuran Ikan NasionalKementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong pelaku usaha perikanan untuk menerapkan Sistem Ketertelusuran dan Logistik Ikan Nasional (Stelina) guna memenuhi standar pasar global yang menuntut transparansi dan keberlanjutan. Wakil Menteri Didit Herdiawan menekankan pentingnya ketertelusuran rantai pasok dalam memenuhi kebutuhan konsumen global yang semakin peduli terhadap asal-usul produk perikanan. KKP juga mendukung program Kampung Nelayan Merah Putih untuk mendukung sistem ini. KKP mengadakan lokakarya untuk meningkatkan pemahaman pelaku usaha.
Read more »



Render Time: 2026-04-17 02:58:11