Beyond the Breaking News

Menteri Keuangan Urgensi Percepatan Proyek PLTSa di Makassar

Infrastruktur News

Menteri Keuangan Urgensi Percepatan Proyek PLTSa di Makassar
PltsaPSELPembangkit Listrik Tenaga Sampah

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendesak Pemerintah Kota Makassar dan konsorsium PT Sarana Utama Synergy (PT SUS) untuk melanjutkan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang terhenti akibat persoalan regulasi. Ia menegaskan Presiden Prabowo Subianto menginginkan proyek Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL) tersebut tetap berjalan.

MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta Pemerintah Kota Makassar dan konsorsium PT Sarana Utama Synergy (PT SUS) untuk tetap melanjutkan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang terhenti akibat persoalan regulasi.

Ia menegaskan Presiden Prabowo Subianto menginginkan proyek Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL) tersebut tetap berjalan.

'Yang penting ini harus jalan. Bapak Presiden pingin PSEL ini jalan. Ini sudah ada lahannya, kenapa kita pusing-pusing. Kalau bisa dipakai, pakai saja.

Pemkot tidak usah beli,' kata Purbaya saat memimpin sidang debottlenecking Satgas Percepatan Program Strategis Pemerintah (P2SP) di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Kamis, 7 Mei 2026. Purbaya meminta proyek strategis nasional itu tetap dibangun di Kecamatan Tamalanrea oleh investor Shanghai SUS Environment bersama PT Grand Puri Indonesia dalam konsorsium PT SUS. Ia juga meminta tidak dilakukan tender ulang karena proses tersebut dinilai telah tuntas.

Ia mengarahkan agar PT SUS tetap menjalankan proyek dengan mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 dengan skema yang akan didiskusikan lebih lanjut bersama Pemerintah Kota Makassar agar sesuai dengan regulasi terbaru. Peraturan Presiden Nomor 109/2025 mengatur tentang penanganan sampah perkotaan melalui pengolahan sampah menjadi energi terbarukan berbasis teknologi ramah lingkungan. Purbaya berharap penggunaan lahan yang telah disiapkan investor tidak membebani keuangan Pemkot Makassar.

Menurut dia, jika lahan harus disiapkan pemerintah kota, maka diperlukan proses pembebasan lahan yang memakan waktu. Menurut dia, percepatan proyek PSEL penting sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan kota yang lebih bersih. Dengan skema baru, pembayaran tidak lagi menggunakan mekanisme tipping fee, melainkan melalui komponen harga listrik sehingga tidak membebani anggaran Pemkot Makassar. Dalam sidang tersebut, PT SUS menyampaikan aduan bahwa pemerintahan baru Kota Makassar dinilai tidak memenuhi perjanjian kerja sama PLTSa yang telah disepakati sebelumnya.

Perusahaan menyebut proyek tersebut telah menghadapi hambatan sejak 2022. Direktur Utama PT SUS Stephen Yee menyatakan proyek seharusnya tetap menggunakan lahan yang telah dibebaskan dan siap dibangun, serta meminta pengakuan atas posisi PT SUS sebagai pengembang sah berdasarkan perjanjian kerja sama yang telah ditandatangani dan investasi yang telah dikeluarkan.

'Proyek ini harus tetap menggunakan lahan yang sudah ada, yang telah kami bebaskan dan siap dibangun,' kata Stephen. Ia menyampaikan bahwa PT SUS menyatakan posisinya masih mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 35 Tahun 2018 tentang percepatan pembangunan instalasi pengolah sampah menjadi energi listrik berbasis teknologi ramah lingkungan. Sebab, kata dua, seluruh perjanjian kerja sama dan komitmen investasi didasarkan pada aturan tersebut. Perusahaan menyatakan siap melanjutkan konstruksi hingga mencapai target operasi komersial apabila Pemkot Makassar konsisten menggunakan regulasi lama.

Di sisi lain, Pemkot Makassar menginginkan proyek dialihkan menggunakan Perpres Nomor 109 Tahun 2025. PT SUS menilai permintaan tersebut bersifat sepihak karena tidak tercantum dalam perjanjian awal dan tidak dapat diprediksi saat kontrak disepakati. PT SUS menegaskan peralihan regulasi bukan sekadar persoalan administratif, melainkan berdampak material terhadap kewajiban dan nilai investasi. Meski demikian, perusahaan membuka kemungkinan mengikuti Perpres Nomor 109 Tahun 2025 dengan syarat dilakukan renegosiasi agar tidak menimbulkan kerugian material terhadap investasi dan kewajiban yang telah disepakati sebelumnya

We have summarized this news so that you can read it quickly. If you are interested in the news, you can read the full text here. Read more:

tempodotco /  🏆 12. in İD

Pltsa PSEL Pembangkit Listrik Tenaga Sampah Pembangkitan Listrik Tenaga Sampah Pembangunan Infrastruktur Infrastruktur Listrik Infrastruktur Tenaga Listrik Infrastruktur Listrik Tenaga Alam Infrastruktur Tenaga Listrik Terbarukan

 

United States Latest News, United States Headlines

Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.

Kredit Murah Purbaya Buat Industri Tekstil-Sepatu: Bunga di Bawah 6%Kredit Murah Purbaya Buat Industri Tekstil-Sepatu: Bunga di Bawah 6%Menteri Keuangan Purbaya menjanjikan kredit murah bagi industri manufaktur lain yang berorientasi ekspor untuk peremajaan mesin.
Read more »

Tak Umumkan Status Stabilitas Keuangan RI, Purbaya: Hanya ke PresidenTak Umumkan Status Stabilitas Keuangan RI, Purbaya: Hanya ke PresidenMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan alasan KSSK mengumumkan status stabilitas sistem keuangan
Read more »

KEK Keuangan Bali Bisa Jadi Pusat Inovasi Produk KeuanganKEK Keuangan Bali Bisa Jadi Pusat Inovasi Produk KeuanganKetua OJK Friderica Widyasari Dewi menyatakan, KEK keuangan tidak hanya memperdalam pasar keuangan tetapi juga membuka ruang pengembangan produk.
Read more »

Bahas Gaji ASN Daerah, Ini Hasil Pertemuan Purbaya, PANRB & MendagriBahas Gaji ASN Daerah, Ini Hasil Pertemuan Purbaya, PANRB & MendagriMenteri PANRB, Menteri Keuangan, dan Menteri Dalam Negeri telah menggelar rapat pembahasan gaji PPPK di daerah
Read more »



Render Time: 2026-05-31 10:08:10