Ilmuwan percetakan telah menyamak praktik pembajakan buku, dengan memanfaatkan teknik diketik ulang, ada juga praktik modifikasi isi buku bajakan. Praktisi pencetakan buku, Irfan, menawarkan jasa mencetak ulang buku bajakan dengan upah 1,2 juta rupiah. Mereka yang berkecimpung di industri pembajakan buku, memiliki skala yang berbeda-beda, dari skala perorangan hingga industri besar yang melibatkan sindikat pembajak.
Demi rente, pembajak menggandakan buku semirip mungkin dengan produk aslinya. Praktik culas ini dilakukan dengan menulis dan mendesain ulang buku asli. Irfan, bukan nama sebenarnya, mengamati kover buku, membalik lembar demi lembar sambil menghitung halaman.
Di sebuah ruko berukuran 3 meter x 3 meter di Jalan Kalibaru Timur, Senen, Jakarta Pusat, desainer grafis sekaligus operator percetakan itu menyanggupi pengerjaan buku bajakan dalam sepekan dengan upah Rp 1,2 juta. Orang seperti Irfan tersebar di kawasan Jalan Kalibaru Timur, Senen. Namun, jasa mereka tak terbuka bagi sembarang orang. Jumat (24/4/2026) siang,) untuk dikonversi ke format ”docx”.
Teks kemudian dimasukkan ke dalam draf halaman buku. Jenis aksara dan desain nomor halaman buku juga dibuat semirip mungkin dengan aslinya. ”Diketik ulang. BukanUntuk membuat kover buku, Irfan mendesain ulang dari nol.
Setiap gambar dan logo yang tercantum pada kover akan dibuat menggunakan format vektor agar gambar yang dihasilkan berkualitas tinggi. Irfan mematok tarif Rp 1,2 juta untuk jasanya tersebut. Dia juga memberikan kesempatan satu kali revisi di proses akhir.dengan kualitas KW 2 ini. Prosesnya diawali dengan memotong punggung buku atau bagian yang dijilid.
Setiap halaman kemudian dipindai secara manual satu per satu. Bedanya dengan Irfan, Andre tidak mengetik ulanghasil pindaian itu. Dia hanya merapikan halaman teks supaya presisi. ’Resolusi teksnya pasti akan berkurang, tapi tidak terlalu parah.
’ katanya.karya Novita WD yang pernah dibajak Andre. Halaman di buku itu terlihat presisi, kover bukunya juga identik dengan buku asli. Atas jasanya, Andre memasang tarif Rp 775.000.buku bajakan yang selesai dibuat kemudian diserahkan ke percetakan untuk diproduksi dalam jumlah banyak. Untuk mencetak lebih dari 300 buku, percetakan menggunakan mesin Pembajakan buku tak hanya terjadi di level percetakan, tetapi juga dilakukan penyedia jasa fotokopi.
Praktik ini pernah ditemukan penerbit Komunitas Bambu di Yogyakarta. Temuan mereka, buku-buku terbitan Komunitas Bambu tersedia di tempat fotokopi dalam bentuk digital buku-buku kami, tinggal mencetak saja bukunya,” ucap JJ Rizal, pendiri Komunitas Bambu
Pembajakan Buku Praktek Culas Desainer Grafis Operator Percetakan Modernitas Teknologi Teknologi Digital
United States Latest News, United States Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Sejarah Hari Buku Nasional, Kenapa Diperingati Setiap 17 Mei?Sejarah Hari Buku Nasional diperingati setiap 17 Mei, berawal dari keprihatinan terhadap rendahnya literasi Indonesia.
Read more »
Perayaan Hari Buku Nasional 2026: Mendorong Budaya Literasi dan Minat Baca di IndonesiaUlasan mendalam mengenai signifikansi Hari Buku Nasional 2026, menyediakan inspirasi serta membahas pentingnya meningkatkan budaya membaca untuk memajukan intelektualitas bangsa Indonesia.
Read more »
Pembajakan Buku Tak Terkendali, Bagaimana Masa Depan Literasi?Pembajakan buku terjadi kasatmata baik di toko fisik maupun daring. Pembajak leluasa menunggangi momen larisnya sebuah buku di pasaran. Bagaimana ini bisa terjadi?
Read more »
Buku laris Indonesia sering digandakan secara ilegal, lalu dijual di pasar jagalBuku laris Indonesia sering digandakan secara ilegal dan dijual di pasar jagal, yang melibatkan jaringan pembajak dari toko fisik, toko daring, dan penulis
Read more »
