'Jika Bakhmut jatuh ke tangan pasukan Rusia, presiden mereka, Vladimir Putin, akan menjual kemenangan ini ke Barat, ke masyarakatnya, ke Tiongkok, dan ke Iran.'
PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelensky memperingatkan pasukannya untuk mempertahankan Bakhmut. Sebab Rusia dapat menggunakan pendudukan kota itu untuk membuat kesepakatan damai dengan Barat atas invasi di Ukraina.
Zelensky tidak menyebut nama Trump atau politisi AS lainnya, saat mengkhawatirkan dukungan kepada negaranya akan berubah mengikuti pergeseran kekuatan politik di Washington. Zelensky, baru-baru ini, melakukan kunjungan di dekat Bakhmut. Wilayah itu telah menjadi medan pertempuran yang sengit antara pasukan Ukraina dan Rusia selama berbulan-bulan.
Komentar Zelensky adalah pengakuan bahwa kalah dalam pertempuran selama tujuh bulan untuk Bakhmut, perang terpanjang sejauh ini, akan menjadi kekalahan politik daripada kekalahan taktis.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Lancarkan Serangan Bertubi-tubi, Pasukan Rusia Tak Buat Kemajuan di Bakhmut dan AvdiivkaUkraina mengatakan, upaya pasukan Rusia untuk merebut Kota Bakhmut dan Kota Avdiivka tidak membuat kemajuan.
Baca lebih lajut »
Si Cantik Penentang Putin Diracun, Sering Kejang, Rambutnya RontokElvira Vikhareva merupakan tokoh oposisi di Rusia yang dikenal vokal menentang Presiden Vladimir Putin.
Baca lebih lajut »
Menlu Lavrov: Rusia Bakal Bereaksi Keras Terhadap Tindakan Tidak Bersahabat |Republika OnlineRusia menudug Barat berniat menimbulkan ketidakpuasan di antara penduduk Rusia.
Baca lebih lajut »
Militer Rusia Mulai Latihan Kerahkan Rudal Balistik AntarbenuaPresiden Rusia Vladimir Putin ingin menjadikan sistem rudal Yars untuk menggantikan sistem Topol, sebagai bagian dari senjata tak terkalahkan Rusia
Baca lebih lajut »
Swedia Diancam Jadi Target Aksi Balasan, Stockholm Panggil Dubes RusiaKedutaan Besar Rusia di Stockholm merilis pernyataan bahwa Swedia akan menjadi 'target sah aksi balasan Rusia' jika bergabung dengan NATO.
Baca lebih lajut »