Rusia menudug Barat berniat menimbulkan ketidakpuasan di antara penduduk Rusia.
Ia lebih lanjut mengatakan bahwa Rusia berperang di Ukraina bukan hanya untuk keamanan, untuk orang Rusia dan orang-orang berbahasa Rusia yang tinggal di wilayah baru tetapi juga untuk menjunjung tinggi kenegaraan Rusia.
Lavrov menyatakan bahwa Rusia akan memutuskan prospek untuk mengadakan pembicaraan dengan negara-negara Barat 'kapan dan jika mereka sadar.'"Terlepas dari kampanye kotor untuk menghapus segala sesuatu yang berhubungan dengan Rusia, kami masih memiliki banyak teman di semua negara di dunia, termasuk di Barat.
Ia berargumen bahwa Cina dan India, serta banyak negara lain di Eurasia, kawasan Asia-Pasifik, Timur Tengah, Afrika, dan Amerika Latin, tidak bermaksud membantu Barat mempertahankan hegemoninya di dunia. "Sangat wajar jika sekitar tiga perempat negara di dunia tidak bergabung dengan sanksi anti-Rusia. Semuanya mengambil posisi seimbang dalam situasi di Ukraina dan sekitarnya," katanya.
"Dan mereka tidak ingin melepaskan kepentingan nasional mereka yang sah untuk membantu Anglo-Saxon dan pembantu mereka mempertahankan hegemoni mereka atau, lebih tepatnya, mencoba mempertahankan hegemoni mereka di panggung dunia," lanjut Lavrov.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Putin: Rusia akan Siapkan 1.600 Tank, Tiga Kali Lebih Banyak dari Bantuan Barat ke UkrainaRibuan tank baru akan diproduksi dan dimodernisasi Rusia selama tiga tahun ke depan untuk memperbesar peluang kemenangan perang di Ukraina.
Baca lebih lajut »
Meski Didesak Barat, Rusia Tidak akan Keluar dari WTOMeskipun mendapat banyak desakan dari negara-negara Barat, Rusia menegaskan posisinya untuk tidak akan pernah keluar dari Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).
Baca lebih lajut »
Putin Berambisi Rusia Mampu Produksi dan Modernisasi 1.600 TankPutin juga menyebutkan bahwa Rusia mengetahui rencana Barat untuk memasok senjata dan amunisi ke Ukraina.
Baca lebih lajut »
Rusia Tuding AS Bertindak Lampaui Batas Norma Etika Demi HegemoninyaMenlu Rusia, Sergey Lavrov, mengatakan AS telah melewati semua batas diplomatik dan norma etika dalam upaya menegaskan hegemoni atau pengaruh kekuasaan atas bangsa lain.
Baca lebih lajut »
Yugoslavia Bela Rusia, Ungkap Alasan Penempatan Senjata Nuklir di BelarusiaMantan Menlu Yugoslavia Zivadin Jovanovic mengatakan penempatan senjata nuklir taktis Rusia di Belarus sebagai tanggapan atas tindakan negara-negara Barat.
Baca lebih lajut »
Menlu Arab Saudi dan Iran akan Bahas Kesepakatan BilateralMenlu Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan dan Menlu Iran Hossein Amir-Abdollahian akan bertemu di pada bulan Ramadan.
Baca lebih lajut »