Nasyirul Falah Amru atau Gus Falah mengatakan nahdiyin cukup cerdas dalam menentukan pilihan politik sehingga tidak mudah terpengaruh duet Anies-Cak Imin.
jpnn.com, JAKARTA - Sekretaris Umum Baitul Muslimin Indonesia Nasyirul Falah Amru meyakini dukungan nahdiyin untuk Ganjar Pranowo tidak akan tergerus oleh langkah politik Anies Baswedan menggandeng Muhaimin Iskandar sebagai cawapres untuk Pilpres 2024.
Gus Falah -panggilan akrabnya- menyebut tidak semua nahdiyin menjadi pemilih Partai Kebangkitan Bangsa pimpinan Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.Bendahara PBNU 2015-2020 itu menambahkan jumlah tersebut tidak akan berdampak signifikan pada elektabilitas Anies-Muhaimin.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Koalisi Perubahan Buka Suara soal Anies Sowan Doa Bareng Ibu Cak IminKader Partai Demokrat, PKS, dan NasDem yang tergabung dalam Koalisi Perubahan buka suara merespons kunjungan Anies Baswedan ke kediaman ibunda Cak Imin.
Baca lebih lajut »
PKB Buka Suara soal Duet Anies-Cak Imin di Pilpres 2024Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid buka suara soal duet Anies Baswedan dan Cak Imin di Pilpres 2024.
Baca lebih lajut »
Nasdem Buka Suara soal Tuduhan Duetkan Anies-Cak Imin SepihakPartai Demokrat membongkar duet Anies Baswedan dengan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin pada Pilpres 2024 mendatang.
Baca lebih lajut »
Jubir Buka Suara Soal Anies Disebut Membelot dan Pilih Cak IminSudirman Said respons Demokrat yang menyebut Anies Baswedan membelot dan pilih Cak Imin untuk maju bareng di Pilpres 2024.
Baca lebih lajut »
Cak Imin Merapat ke Anies, Pengamat Sebut Suara Prabowo Bakal GembosPrabowo Subianto diyakini bakal mengalami kegembosan suara apabila PKB benar-benar merapat ke koalisi NasDem dan mendukung Anies Baswedan.
Baca lebih lajut »
PKB Merapat ke Anies, Pengamat Sebut Suara Prabowo Akan GembosPrabowo Subianto dinilai akan kehilangan kesempatan untuk meningkatkan suara di basis pemilih PKB, terutama Jawa Timur (Jatim) dan massa Nahdliyyin
Baca lebih lajut »