Warga Jepang & Korsel Ogah Jadi PNS, Kok Bisa?

Indonesia Berita Berita

Warga Jepang & Korsel Ogah Jadi PNS, Kok Bisa?
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 cnbcindonesia
  • ⏱ Reading Time:
  • 102 sec. here
  • 3 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 44%
  • Publisher: 74%

Tidak seperti di Indonesia, pendaftaran CPNS di Jepang dan Korea Selatan justru tidak begitu dilirik.

Foto: Infografis/Lengkap! Formasi, Syarat & Cara Daftar CPNS & PPPK 2023/Aristya Rahadian- Profesi sebagai Aparatur Sipil Negara terpatri di Indonesia sebagai pekerjaan impian sejak dahulu kala. Namun kondisi berbeda terjadi di negara Korea Selatan dan Jepang, ASN/PNS ini sepi peminat.

Pada Maret, Kementerian Manajemen Personalia mengumumkan bahwa persaingan untuk mendapatkan pekerjaan pegawai negeri sipil tingkat pemula adalah yang terendah dalam lebih dari 30 tahun. Dua studi terpisah tersebut menunjukkan satu hal yakni pekerjaan pegawai negeri sipil, yang dulu sangat didambakan oleh pekerja muda, kini bukan lagi pekerjaan impian di sini.

Jabatan pemerintah semacam ini dulunya dijuluki pekerjaan"mangkuk nasi besi" karena keamanan kerja seumur hidup mereka. Maksudnya ada dua hal: Pertama, perusahaan Anda hampir tidak akan pernah gulung tikar dan kedua, Anda tidak perlu khawatir akan dipecat. Daya tarik utama lainnya untuk menjadi pegawai negeri adalah dana pensiun. Pembayaran Pensiun Pegawai Pemerintah lebih besar dibandingkan dengan program Layanan Pensiun Nasional. Namun hal ini berubah dengan adanya reformasi pada tahun 2015 yang mengurangi tunjangan pensiun pegawai negeri.

Gaji awal bulanan untuk pegawai negeri sipil kelas 9 adalah 1,77 juta won pada tahun 2023, kurang dari sekitar 2 juta won yang diperoleh seseorang dengan bekerja dalam jumlah jam yang sama untuk upah minimum. Kesengsaraan demografis di negara ini adalah sebuah cerita lama. Kondisi yang mengkhawatirkan di negara ini pertama kali ditelusuri lebih dari 50 tahun yang lalu dan peringatan semakin intensif. Angka yang dirilis bulan lalu menunjukkan penurunan jumlah penduduk Jepang untuk pertama kalinya di setiap prefektur.

Berdasarkan usia, keluhan teman saya bahwa anak bungsu kehilangan kepercayaan memang benar adanya. Terdapat peningkatan tujuh kali lipat dalam jumlah birokrat berusia 30-an yang berganti pekerjaan, lebih dari dua kali lipat jumlah birokrat berusia 40-an dan 50-an tahun. Namun, jumlah mahasiswa yang mengikuti ujian nasional pelayanan publik telah menurun lebih dari setengahnya selama dekade terakhir. Hal ini meresahkan, namun jumlah orang yang mengikuti tes ini masih sekitar enam kali lipat dibandingkan dengan mereka yang berhenti setiap tahunnya.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

cnbcindonesia /  🏆 7. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Sentil Farida Nurhan, Bang Madun: Jangan Merasa Paling Dibully!Sentil Farida Nurhan, Bang Madun: Jangan Merasa Paling Dibully!Bang Madun menyentil Farida Nurhan yang ogah meminta maaf pada Codeblu.
Baca lebih lajut »

Polisi Militer Amerika Latih Tentara Korsel Menangani Aksi TerorPolisi Militer Amerika Latih Tentara Korsel Menangani Aksi TerorTentara Korea Selatan (Korsel) dan Amerika Serikat (AS) menggelar latihan antiterorisme gabungan dekat perbatasan antar-Korea
Baca lebih lajut »

Anya Dwinov Ogah Tanggapi Komentar Netizen Soal Status, Nikmati Kebahagiaan Bareng PacarAnya Dwinov Ogah Tanggapi Komentar Netizen Soal Status, Nikmati Kebahagiaan Bareng PacarPresenter Anya Dwinov memilih untuk tidak mendengarkan komentar warganet soal status dirinya saat ini.
Baca lebih lajut »

Korsel dan AS gelar latihan gabungan antiterorismeKorsel dan AS gelar latihan gabungan antiterorismeTentara Korea Selatan (Korsel) dan Amerika Serikat (AS) menggelar latihan antiterorisme gabungan dekat perbatasan antar-Korea awal pekan ini, dalam rangka ...
Baca lebih lajut »

Kunjungan ke Bali, Kaesang Ogah Dipanggil Bro Ketum, Tapi Bli KetumKunjungan ke Bali, Kaesang Ogah Dipanggil Bro Ketum, Tapi Bli Ketum"Tadi sudah dibilangin saya ini kalau di Bali jangan dipanggil bro ketum, panggilan bli ketum," ungkap Kaesang.
Baca lebih lajut »

4 Manfaat Rutin Mengonsumsi Pepaya, Bikin Penyakit Ini Ogah Mendekat4 Manfaat Rutin Mengonsumsi Pepaya, Bikin Penyakit Ini Ogah MendekatAda beberapa manfaat rutin mengonsumsi buah pepaya yang ternyata baik untuk kesehatan serta membantu menurunkan risiko serangan penyakit ini.
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-02-26 16:08:10