Langkah ini menjadi keputusan terbaik karena tak ada yang tahu kapan pandemi ini akan berakhir.
“Di tengah adaptasi kebiasaan baru ini, pendidikan madrasah dan pesantren pun dituntut untuk mampu berkreasi dan produktif agar tidak tertinggal oleh dinamika keadaan yang berjalan serba cepat,” kata Zainut ketika berkunjung ke Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Semarang, di Jalan Fatmawati Ketileng Semarang, Rabu
“Kita harus mampu mengambil manfaat dari musibah Covid-19 dengan menciptakan inovasi dan kreativitas baru. Salah satu bentuk manfaat yang dapat kita petik dari Covid-19 adalah percepatan migrasi pembelajaran dari sistem konvensional ke digital sebagai jawaban yang tepat,” ujarnya. Selain mengunjungi MTs Negeri Semarang dan MAN 1 Kendal, Zainut juga mengunjungi beberapa pondok pesantren antara lain Ponpes As-Salaf Bulakamba Brebes, Ponpes Al Anwar Pagiyanten Tegal, serta Al Hikmah I dan II Benda Sirampog, Bumiayu, Brebes.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Wamenag Minta Madrasah dan Pesantren Beradaptasi dengan PandemiWamenag meminta madrasah dan pesantren harus mencari keberkahan dari musibah pandemi COVID-19 Wamenag
Baca lebih lajut »
Wamenag: Madrasah dan Pesantren Harus Adaptasi Covid-19 |Republika OnlineMadrasah dan pesantren dituntut untuk mampu berkreasi dan produktif.
Baca lebih lajut »
SBY: Perang Lawan Covid-19 Masih PanjangSeluruh elemen masyarakat harus bersatu dan pemerintah nasional harus cekatan menangani Covid-19 secara tuntas.
Baca lebih lajut »
PTPP Perketat Protokol Pencegahan Covid-19PTPP terus menekan penyebaran Covid-19 di sekitar lingkungan kerja dan proyek dengan meluncurkan Covid Ranger.
Baca lebih lajut »
Penerapan Protokol Kesehatan Harus Terjaga dan SeimbangPenerapan protokol kesehatan selama pandemi Covid-19 harus ketat dan seimbang.
Baca lebih lajut »
MPR Minta Presiden Beri Solusi Pandemi pada Pidato Tahunan | Republika OnlinePersoalan Covid-19 dan ekonomi harus menjadi perhatian serius Presiden Joko Widodo
Baca lebih lajut »