Sebanyak 5 warga Blitar memilih eksodus dari Wamena. Selain merasa kondisi Wamena yang tidak aman, mereka juga tidak bisa bekerja dan mendapatkan penghasilan.
- Sebanyak lima warga Blitar memilih eksodus dari Wamena. Selain merasa kondisi Wamena yang tidak aman, mereka juga tidak bisa bekerja dan mendapatkan penghasilan.
Siswo Daroeni, warga Dusun Sumberagung, Desa Gledug Kecamatan Sanankulon; Endang, warga Dusun Sumberagung, Desa Gledug, Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar; dan Samsudin, warga Dusun Sumberagung, Desa Gledug, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar.Menurut Edi Handoko, mereka di Wamena bekerja di bengkel ketok magic. Mereka memilih pulang ke Jawa Timur menggunakan biaya sendiri atau secara mandiri dibanding harus menunggu kepulangan dari Pemerintah melalui pesawat Hercules.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Pascarusuh Wamena, Kapolda: Belum Terpantau Anggota FPI BerjihadKepala Polda Papua Irjen Paulus Waterpauw menyatakan sejauh ini belum terpantau adanya anggota Front Pembela Islam (FPI) yang datang ke Wamena, Papua
Baca lebih lajut »
Polri: Kembalinya Pengungsi Tanda Situasi Wamena AmanMeski kondisi keamanan berangsur membaik, TNI-Polri tetap berjaga.
Baca lebih lajut »
Ganjar: Tidak Semua Warga Jateng di Wamena Minta Pulang Kok...Menurut Ganjar, kondisi Wamena saat ini sudah membaik dan tidak perlu ada yang dikhawatirkan.
Baca lebih lajut »
42 Warga Banten di Wamena DipulangkanWarga masih berpikir ulang untuk kembali ke Wamena.
Baca lebih lajut »
Ratusan Warga Minang Mau Tetap di Wamena, Pemerintah Diminta Jamin KeamananAnggota DPR F-Gerindra Andre Rosiade mengatakan ada ratusan warga Minang ingin tetap di Wamena. Dia meminta pemerintah menjamin keselamatan warga.
Baca lebih lajut »
Pangdam Cenderawasih Sebut Sudah Tak Ada Lagi Warga Eksodus dari WamenaAparat keamanan TNI-Polri sedang berupaya memulihkan situasi Wamena pascakerusuhan September lalu agar warga tidak lagi meninggalkan kota itu.
Baca lebih lajut »