Permasalahan data ganda penerima bansos COVID-19 masih dalam tahap perbaikan. Wagub DKI menyebut saat ini tersisa 5% data ganda yang masih proses verifikasi.
maupun Pemprov DKI terus bergulir. Pada umumnya, kata Riza, pemutakhiran dan pemadanan data keluarga penerima manfaat dilakukan setiap 6 bulan sekali.
"Ini sedang diselesaikan insyaallah semua yg berhak, yakin akan mendapat bantuan sosial tunai dan akan dapat bansos beras," lanjut Riza.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Masuk Mal di DKI Wajib Punya Sertifikat Vaksin COVID-19Sejumlah mal di DKI mewajibkan pengunjung sertifikat vaksin COVID-19. Lalu, bagaimana dengan orang yang tak bisa divaksin karena riwayat komorbid atau domisili?
Baca lebih lajut »
Pembelajaran Tatap Muka di DKI Tunggu Situasi dan Kondisi Covid-19Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah siap menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) di masa pandemi Covid-19.
Baca lebih lajut »
KPAI Terima Laporan Bansos Tunai DKI Ditunda Jika Warga Belum Vaksin Covid-19Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendapatkan laporan, pemerintah DKI akan menunda penyaluran bansos tunai (BST) apabila anak belum disuntik vaksin Covid-19. TempoMetro Jagajarak Pakaimasker Cucitangan
Baca lebih lajut »
Anies Kecualikan Syarat Vaksin DKI bagi Penyintas Covid-19Gubernur DKI Anies Baswedan menyebut syarat vaksin untuk ke fasilitas umum dikecualikan bagi penyintas Covid-19 dan yang tak bisa divaksin karena alasan medis.
Baca lebih lajut »
BPK Temukan Pemborosan Pembelian Alat Tes Covid-19 Senilai Rp 1,1 Miliar oleh Dinkes DKIPemborosan ini diketahui dari selisih harga pengadaan alat rapid tes Covid-19 dengan merek yang sama dalam waktu berdekatan oleh dua perusahaan yang berbeda.
Baca lebih lajut »
Bansos Belum Disalurkan, Wagub DKI Sebut Masih Pemadanan DataWagub DKI Ahmad Riza Patria mengklaim sebelumnya tak pernah bermasalah dalam koordinasi soal data bansos Jakarta dengan Kemensos.
Baca lebih lajut »