Peneliti dari The Political Literacy menilai wacana duet NU-Muhammadiyah untuk Pilpres 2024 salah sasaran dan tidak strategis.
Kedua ormas itu, menurut Hanif, strategis dalam urusan penguatan politik kebangsaan, bukan politik praktis.
“Duet NU-Muhammadiyah adalah dalam penguatan politik kebangsaan. Politik yang mengutamakan nilai-nilai persatuan, kemanusiaan dan keadilan,” tambahnya. Di titik inilah, menurut Hanif, NU-Muhammadiyah harus bersinergi dan bergandengan tangan, termasuk menggandeng elemen bangsa yang lain.Sehingga, kata Hanif, kader NU maupun Muhammadiyah tidak mudah tergoda lompat pagar, tergoda untuk masuk ke politik praktis dengan memakai organsisasi.religious based civil societySecara legal, lanjutnya, partai politiklah yang berhak mengusung pasangan capres-cawapres.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
PP Muhammadiyah Apresiasi Gagasan Duet NU-Muhammadiyah di Pilpres 2024 |Republika OnlineBicara politik 2024 semua sangat mungkin, termasuk duet Muhammadiyah-NU.
Baca lebih lajut »
Muhammadiyah dan NU Beda Idul Adha, MUI: Itu BiasaMUI meminta masyarakat menyikapi perbedaan dengan cara saling menghormati. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menetapkan Idul Adha jatuh pada Minggu 10...
Baca lebih lajut »
PP Muhammadiyah Apresiasi Gagasan Duet NU-Muhammadiyah di Pilpres 2024 |Republika OnlineBicara politik 2024 semua sangat mungkin, termasuk duet Muhammadiyah-NU.
Baca lebih lajut »
BPJS Kesehatan: Tak Ada Wacana Perubahan IuranBPJS Kesehatan memastikan tidak ada wacana untuk perubahan iuran peserta.
Baca lebih lajut »
Uhamka Raih Akreditasi Unggul dari BAN-PT, Kemendikbudristek: PTS Lain Tingkatkan Mutu PembelajaranUntuk kampus swasta, kali ini salah satunya diraih oleh Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (Uhamka) Jakarta.
Baca lebih lajut »