Beberapa hari terakhir, PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) menjadi perbincangan warganet perihal keputusan induk usaha, Unilever Global, mendukung komunitas Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender, Queer, and Intersex (LGBTQI+). Unilever
TEMPO.CO, Jakarta -Beberapa hari terakhir, PT Unilever Indonesia Tbk. menjadi perbincangan warganet perihal keputusan induk usaha, Unilever Global, mendukung komunitas Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender, Queer, and Intersex .Bahkan, Unilever Global mengubah logo perusahaan besar tersebut mengikuti identitas warna kebanggaan komunitas tersebut.
Melalui pernyataan tersebut, Adisty menerangkan bahwa Unilever Indonesia menghormati keberagaman yang ada terutama melalui pesan positif dari program berkelanjutan yang dijalankan perseroan.Terkait wacana pemboikotan produk, dia mengakui pihaknya memonitor media sosial secara berkala dan mengetahui adanya pembicaraan tersebut. Untuk selanjutnya, perseroan akan merilis keterangan lebih lanjut mengenai hal tersebut.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
L’Oreal Hapus Kata 'Pemutih' di Produk SkincareUnilever dan L’Oreal merupakan dua merek ternama di pasar global untuk produk krim pemutih kulit.
Baca lebih lajut »
Unilever dan Coca Cola Boikot Iklan FacebookDeretan nama besar Unilever hingga Coca Cola memboikot Facebook dengan tidak memasang iklan pada platform tersebut.
Baca lebih lajut »
Saham Facebook dan Twitter Rontok Usai Unilever Boikot IklanUnilever menegaskan tidak akan memasang iklan di Facebook, Twitter, dan Instagram hingga akhir tahun ini karena maraknya unggahan politik dan ujaran kebencian.
Baca lebih lajut »
Alasan Unilever Boikot Iklan di Facebook dan TwitterUnilever menegaskan tidak akan memasang iklan di Facebook, Twitter, dan Instagra karena maraknya unggahan mengenai politik dan ujaran kebencian.
Baca lebih lajut »
Coca-Cola dan Unilever Boikot Iklan di FacebookPerusahaan Coca-Cola menghentikan semua iklan digital di platform media sosial Facebook secara global selama setidaknya 30 hari mulai 1 Juli 2020. / Tren
Baca lebih lajut »
Usai Unilever, Honda Turut Boikot Iklan FacebookHonda tidak mau memasang iklan di Facebook mulai Juli mendatang karena menilai platform media sosial tersebut gagal mengatasi ujaran kebencian.
Baca lebih lajut »