Presiden Donald Trump, Jumat malam (7/8), mengatakan siap mengeluarkan perintah eksekutif lagi kalau anggota Kongres gagal mencapai kata sepakat tentang jumlah bantuan keuangan bagi puluhan juta warga Amerika yang terdampak Covid-19. Trump mengatakan perintah eksekutif itu sedang disiapkan...
Presiden Donald Trump, Jumat malam , mengatakan siap mengeluarkan perintah eksekutif lagi kalau anggota Kongres gagal mencapai kata sepakat tentang jumlah bantuan keuangan bagi puluhan juta warga Amerika yang terdampak Covid-19.
Trump mengatakan perintah eksekutif itu sedang disiapkan untuk menambah bantuan pengangguran sampai akhir tahun. Ia juga akan menunda pembayaran kembali utang mahasiswa, menghapuskan bunga pinjaman dan memperpanjang moratorium atau larangan pengusiran penyewa rumah yang tidak bisa membayar sewa. Tapi tidak jelas apakah presiden punya kekuatan hukum untuk melakukan semua itu karena menurut UU, Kongreslah yang menentukan pengeluaran uang.
Partai Republik dalam Kongres tidak bersedia memberikan paket bantuan tambahan lebih dari US$ 1 triliun, sedangkan Partai Demokrat menghendaki US$2 triliun. Puluhan juta orang Amerika baru saja kehilangan dana bantuan US$600 juta per minggu yang telah mereka peroleh sebelum ini. Badan-badan layanan sosial memperingatkan kurangnya dana tambahan itu bagi orang-orang yang kehilangan pekerjaan akan menimbulkan kekurangan makanan dan jutaan orang bisa diusir dari rumah mereka karena tidak sanggup membayar sewa.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Trump Kaitkan Vaksin Covid-19 dengan Pemilihan NovemberPresiden AS Donald Trump memperkirakan vaksin Covid-19 mungkin siap sebelum pemilihan umum tahun ini, kurang dari 90 hari lagi. “Saya optimis bahwa vaksin itu mungkin akan siap sekitar tanggal itu,” kata Trump kepada para wartawan di Gedung Putih, Kamis (6/8). “Tidak akan ada salahnya”...
Baca lebih lajut »
Trump Tuding China Biarkan Covid-19 Menyebar dengan Sengaja |Republika OnlineTrump menuding tanpa bukti China sengaja biarkan Covid-19 menyebar
Baca lebih lajut »
Perdana, Facebook Hapus Postingan Donald Trump soal Covid-19Facebook menghapus postingan Presiden AS Donald Trump karena secara keliru mengklaim bahwa anak-anak hampir kebal dari Covid-19.
Baca lebih lajut »
TikTok Ancam Tindakan Hukum atas Perintah Eksekutif TrumpTrump memberikan tenggat waktu 45 hari yaitu sampai 15 September kepada induk perusahaan kedua aplikasi itu, ByteDance dan Tencent.
Baca lebih lajut »