Timor Leste Sambut Keputusan Australia terkait Aksi Mata-mata dalam Negosiasi Bayu-Undan

Indonesia Berita Berita

Timor Leste Sambut Keputusan Australia terkait Aksi Mata-mata dalam Negosiasi Bayu-Undan
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 voaindonesia
  • ⏱ Reading Time:
  • 61 sec. here
  • 3 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 28%
  • Publisher: 63%

Presiden Timor Leste Jose Ramos-Horta, Jumat (8/7), memberi tanggapan atas keputusan pemerintah baru Australia sehari sebelumnya yang membatalkan tuntutan terhadap seorang pengacara terkait dugaan usahanya untuk membantu Timor Leste.

Jaksa Agung Australia Mark Dreyfus mempertahankan sikap lama pemerintah yang menolak mengkonfirmasi atau menyangkal apakah Dinas Intelijen Rahasia Australia , badan mata-mata yang beroperasi di kedutaan besar Australia, menyadap kantor-kantor pemerintah di Ibu Kota Timor Timur, Dili.Pemerintah Partai Buruh kiri-tengah Australia meninjau kasus Bernard Collaery sejak berkuasa untuk pertama kalinya dalam sembilan tahun pada pemilihan Mei.

Pemerintah konservatif sebelumnya menyetujui dakwaan yang dijatuhkan pada 2018 terhadap Collaery dan kliennya, mantan mata-mata yang dikenal publik sebagai Saksi K, atas tuduhan bahwa mereka telah berkonspirasi untuk mengungkapkan informasi rahasia ke Timor Leste. Koalisi konservatif sedang berkuasa pada tahun 2004 ketika penyadapan itu diduga terjadi. Penyadapan itu diduga dilakukan untuk memberi Australia keuntungan dalam negosiasi perjanjian bagi pendapatan sumber daya energi di Laut Timor yang terletak di antara kedua negara.Timor Leste, negara miskin berpenduduk 1,5 juta orang di separuh Pulau Timor di utara Australia, merdeka dari Indonesia pada tahun 2002.

Saksi K mengaku bersalah dan dibebaskan dari pengadilan pada tahun 2021 dengan hukuman percobaan tiga bulan. Collaery mengaku tidak bersalah dan dijadwalkan untuk diadili pada bulan Oktober. Pemerintah membatalkan paspor K sebelum ia bersaksi di Pengadilan Arbitrase Tetap di Den Haag pada tahun 2014 untuk mendukung tantangan Timor Leste atas validitas perjanjian energi 2006.

Timor Leste berpendapat bahwa perjanjian itu tidak sah karena Australia tidak berunding dengan itikad baik dengan melakukan spionase.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

voaindonesia /  🏆 15. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Agen Keamanan Dalam Negeri Didakwa dalam Upaya Mata-mata China terhadap Pembangkang di ASAgen Keamanan Dalam Negeri Didakwa dalam Upaya Mata-mata China terhadap Pembangkang di ASDua agen yang masih aktif dan seorang mantan agen Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) Amerika Serikat telah didakwa oleh dewan juri federal sehubungan dengan dugaan “skema represi transnasional” yang disponsori oleh pemerintah China untuk menguntit, melecehkan, dan memata-matai para pengritik...
Baca lebih lajut »

Lisandro Martinez Minta Ajax Jangan Persulit Manchester UnitedLisandro Martinez Minta Ajax Jangan Persulit Manchester UnitedLisandro Martinez meminta Ajax Amsterdam tidak mempersulit proses negosiasi dengan Manchester United terkait kepindahannya.
Baca lebih lajut »

Article headlineGELORA.CO -China adalah ancaman jangka panjang terbesar bagi keamanan ekonomi dan nasional beberapa negara. Direktur FBI Christopher Wray m...
Baca lebih lajut »

13 Menit Perdagangan, Rupiah Menguat Rp 14.982 Per Dolar AS13 Menit Perdagangan, Rupiah Menguat Rp 14.982 Per Dolar ASTransaksi mata uang Garuda atau rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.975- Rp 14.983 per dolar AS.
Baca lebih lajut »

Kurs Rupiah di BRI, BNI, Mandiri, dan BCA, Jumat 8 Juli 2022Kurs Rupiah di BRI, BNI, Mandiri, dan BCA, Jumat 8 Juli 2022Di akhir pekan, perdagangan rupiah mengalami penguatan seiring kenaikan sejumlah mata uang asing.
Baca lebih lajut »

AKHLAK Award BUMN 2022, Pakar Apresiasi Keterbukaan BUMN Diukur Pihak Independen |Republika OnlineAKHLAK Award BUMN 2022, Pakar Apresiasi Keterbukaan BUMN Diukur Pihak Independen |Republika OnlineMenurutnya, apresiasi diberikan bukan semata-mata dari hasil pengukuran.
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-02-28 08:56:21