Simak penjelasan Lavrov berikut ini.
- Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov angkat bicara mengenai hubungan Rusia dan Amerika Serikat yang sedang memanas. AS menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perseteruan Rusia dan Ukrain yang juga melibatkan NATO.
"Belajar dari pengalaman pahit, kami tidak ingin dalam posisi keamanan kami dilanggar setiap hari," lanjutnya. Selain itu Rusia juga telah mengajukan tuntutan keamanan ke AS dan aliansi pimpinan militer AS, menurut NATO. Hal itu termasuk jaminan bahwa NATO tidak akan menerima anggota baru, khususnya Ukraina dan AS untuk tidak mendirikan pangkalan militer baru di negara-negara bekas Uni Soviet.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
AS Ancam Sanksi Berat jika Serang Ukraina, Menlu Rusia: Kami Tidak Inginkan Perang - Pikiran-Rakyat.comJika menyerang Ukraina, AS juga mengancam Rusia akan memberikan sanksi berat berupa penghentian pembukaan pipa utama.
Baca lebih lajut »
Amerika Serikat Minta Musuh Bebuyutan untuk Lawan Rusia Terkait Krisis Ukraina - Pikiran-Rakyat.comMoskow telah mengirim permintaan tersebut kepada NATO dan Biden pada bulan lalu, dan Blinken bertemu dengan Menlu Rusia Sergey Lavrov.
Baca lebih lajut »
Bayangan Invasi Rusia, Ukraina Latih Pasukan CadangannyaDi tengah bayangan akan terjadinya agresi militer oleh Rusia, Ukraina terus mempersiapkan seluruh kekuatan pertahanannya
Baca lebih lajut »
Kepala Intelijen Jerman: Rusia Belum Putuskan Menyerang Ukraina |Republika OnlineRusia telah mengerahkan pasukan di dekat perbatasan Ukraina.
Baca lebih lajut »
Siaga Perang Dunia 3! Sah, Biden Kirim Pasukan 'Hajar' RusiaPresiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden memberi tekanan lagi ke Presiden Rusia Vladimir Putin soal Ukraina.
Baca lebih lajut »
PM Inggris Akan Telepon Putin di Tengah Panasnya Konflik Rusia-UkrainaPM Inggris Boris Johnson berencana ke Ukraina dan menelepon Presiden Rusia Vladimir Putin.
Baca lebih lajut »