Dikutip dari kantor berita Reuters, hal itu tengah didiskusikan dengan Pemimpin Agung Taliban, Haibatullah Akhundzada, dipertimbangkan sebagai pihak yang memiliki kendali penuh. TempoDunia
TEMPO.CO, Jakarta - Taliban membuka kemungkinan membentuk dewan pemerintahan untuk memimpin Afghanistan. Dikutip dari kantor berita Reuters, hal itu tengah didiskusikan dengan Pemimpin Agung Taliban, Haibatullah Akhundzada, dipertimbangkan sebagai pihak yang memiliki kendali penuh. Selain membentuk dewan pemerintahan, Taliban juga berencana memperkuat sektor pertahanannya dengan mencoba merekrut personil-personil Militer Afghanistan yang ditinggalkan Presiden Ashraf Ghani.
Pada periode tersebut, operasional harian Pemerintah Afghanistan dijalankan oleh dewan berisi orang-orang terpilih sementara Pemimpin Agung Mullah Omar mengendalikan dari balik layar. Dengan struktur tersebut, maka Pemimpin Agung Taliban saat ini, Akhundzada, juga akan memimpin dari balik layar. Namun, kata Hashimi, tidak tertutup kemungkinan dia akan menunjuk orang yang bakal memerankan posisi presiden. 'Mungkin deputi dia yang akan memainkan peran presiden,' ujar Hashimi menegaskan.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Petinggi Taliban Ungkap Afganistan Tidak Akan Menjadi Negara DemokrasiSeorang anggota senior Taliban mengatakan Afganistan tidak akan menjadi negara demokrasi dan kepemimpinan negara akan dijalankan oleh semacam dewan. TempoDunia
Baca lebih lajut »
Kisah Najia dari Faryab dan Ketakutan Terhadap Taliban |Republika OnlineTaliban berjanji untuk membentuk pemerintahan Islam inklusif di Afghanistan
Baca lebih lajut »
WHO: Kekacauan Kabul Perlambat Vaksinasi Covid-19Ekspansi Taliban dan kekacauan di bandara Kabul telah memperlambat vaksinasi Covid-19 di Afghanistan.
Baca lebih lajut »
VIDEO: Kesaksian Perempuan Afghanistan Usai Taliban BerkuasaSejak Taliban mengambil alih kekuasaan, para perempuan Afghanistan takut sejarah terulang dan Taliban akan memperlakukan mereka dengan buruk. Meski dalam pernyataan resminya, Taliban mengaku akan melindungi hak-hak perempuan. CNNIndonesia
Baca lebih lajut »