DPRD Kota Batam hari ini menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan masyarakat mengenai tagihan listrik yang membengkak
Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah warga Batam mengeluhkan lonjakan tagihan listrik yang dibebankannya. Atas dasar ini, DPRD Kota Batam secara khusus mengadakan Rapat Dengar Pendapat dengan pihak terkait, termasuk dengan para pelanggan.
Sementara itu Ketua Komisi IV DPRD Batam, Ides Mardi meminta kepada PLN Batam untuk melakukan evaluasi secara internal dan mencari tahu penyebab kenapa sampai PLN tidak menurunkan tim untuk melakukan penghitungan. "Jangan sampai nanti hal sama seperti ini, kembali muncul dan sangat merugikan masyarakat. Sehingga tidak ada istilah kira-kira dalam penghitungan tagihan," jelasnya.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Persekutuan Doa BP Batam Bagikan Paket Sembako untuk Masyarakat Terdampak Pandemi Covid-19Persekutuan Doa Badan Pengusahaan (BP) Batam menyerahkan 311 paket sembako bagi masyarakat Batam yang terdampak pandemi Covid-19.
Baca lebih lajut »
DPRD DKI Akan Panggil Dishub DKI Terkait Ganjil GenapKetua Komisi B DPRD DKI Jakarta Abdul Aziz mengungkapkan akan memanggil Dishub DKI Jakarta. Pemanggilan ini untuk mengonfirmasi kebijakan pembatasan lalul lintas ganjil genap.
Baca lebih lajut »
Fakta 2 WNI ABK Kapal Bendera China Terjun ke Laut, Kerap Dianiaya, Dijanjikan Puluhan Juta Rupiah - Tribun BatamAnak Buah Kapal (ABK) kapal tangkap cumi-cumi dan ikan bernama Lu Qing Yuan Yu berbendera Republik Rakyat Tiongkok nekat terjun ke laut, Sabtu (6/6).
Baca lebih lajut »
Tarif Listrik Tak Naik, Lalu Apa Penyebab Tagihannya Membengkak?Merespons hal tersebut, PT PLN (Persero) menegaskan tidak ada kenaikan tarif listrik selama pandemi Covid-19. / Money
Baca lebih lajut »