Survei: Makin Banyak Orang Kurang Percaya dan Hindari Berita Penting
"Sejumlah besar orang melihat media sebagai subjek untuk pengaruh politik yang tidak semestinya, dan hanya sebagian kecil yang percaya bahwa sebagian besar organisasi berita menempatkan yang terbaik bagi masyarakat di atas kepentingan komersial mereka sendiri," tulis Direktur Institut Reuters Rasmus Kleis Nielsen dalam laporannya, yang berdasarkan survei daring terhadap 93.432 orang, yang dilakukan di 46 negara.
Pemirsa yang lebih muda semakin mengakses berita melalui platform seperti TikTok, dan memiliki koneksi yang lebih rendah ke nama produsen berita, menurut laporan tersebut. Setiap minggu 78 persen anak berusia 18 hingga 24 tahun mengakses berita melalui agregator, mesin pencari, dan media sosial. Empat puluh persen dari kelompok usia tersebut menggunakan TikTok setiap minggu, dengan 15 persen mengatakan mereka menggunakannya untuk mencari, berdiskusi, atau berbagi berita.
Pertumbuhan jumlah orang yang membayar untuk berita daring cenderung menurun, dengan sebagian besar langganan digital beralih ke beberapa produsen berita nasional.Di 20 negara tempat pembayaran untuk berita tersebar luas, 17 persen responden survei membayar untuk berita daring apa pun, angka yang sama seperti tahun lalu. Pembayaran untuk berita lokal bervariasi di seluruh negara yang diriset.
Institut Reuters untuk Studi Jurnalisme didanai oleh Thomson Reuters Foundation, cabang filantropi Thomson Reuters. Jajak pendapat itu memiliki margin kesalahan 2-3 poin persentase naik atau turun.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Hasil Survei Pengalaman Investasi NFT, Banyak Rugi atau Cuan?Seperti investasi di aset-aset lainnya, NFT tak selalu menghasilkan.
Baca lebih lajut »
OJK: Makin Banyak Masyarakat Bantu UMKM via |em|Securities Crowdfunding|/em| |Republika OnlineData OJK per 3 Juni 2022, jumlah pemodal SCF mencapai 111.351 pemodal.
Baca lebih lajut »
Menguatnya Isu Reshuffle, Hasil Survei, dan Jawaban Presiden JokowiBerdasarkan survei Charta Politika, 63,1 persen responden setuju Jokowi melakukan reshuffle kabinet.
Baca lebih lajut »
Survei Charta Politika Sebut Publik Dukung Jokowi Lakukan ReshuffleSebanyak 63,1 persen responden menilai Jokowi perlu melakukan perombakan kabinet. Responden yang tidak setuju Jokowi melakukan reshuffle hanya mencapai 24,3 persen, sedangkan 12,7 persen lainnya menjawab tidak tahu atau tidak jawab.
Baca lebih lajut »
Survei LSI: Elektabilitas Prabowo Jauh Berkurang Dibanding Pilpres 2019 | merdeka.comMeski turun, Prabowo Subianto masih tetap menduduki pucuk teratas dengan perolehan suara 28,9 persen, di atas Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Baca lebih lajut »
Survei Charta Politika soal Kepercayaan Lembaga Negara oleh Publik: TNI Tertinggi, DPR Paling Buncit - Tribunnews.comSurvei Charta Politika menunjukkan TNI menjadi lembaga negara yang paling dipercaya oleh publik sedangkan DPR memiliki tingkat kepercayaan terendah.
Baca lebih lajut »