Survei Litbang 'Kompas': 60,5 Persen Publik Menilai UU Cipta Kerja Tak Wakili Aspirasi Masyarakat

Indonesia Berita Berita

Survei Litbang 'Kompas': 60,5 Persen Publik Menilai UU Cipta Kerja Tak Wakili Aspirasi Masyarakat
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 kompascom
  • ⏱ Reading Time:
  • 52 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 24%
  • Publisher: 68%

Tak sampai sepertiga responden yang mengaku sudah terwakili dengan pasal-pasal yang terkandung dalam aturan tersebut.

Rangga menuturkan, masih minimnya peran publik ini terlihat dari lahirnya Perppu. Sebab, lahirnya Perppu berasal dari UU Cipta Kerja yang dinyatakan inkonstitusional bersyarat oleh Mahkamah Konstitusi .

Minimnya transparansi, kata Rangga, juga menjadi salah satu catatan yang disampaikan MK dalam putusannya nomor 91/PUU-XVIII/2020 terkait Cipta Kerja. Kala itu, MK mengharuskan materi perubahan UU bisa dengan mudah diakses publik. Diketahui, pemerintah menerbitkan Perppu sebagai jaminan kepastian hukum setelah UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dinyatakan inkonstitusional bersyarat oleh Mahkamah Konstitusi .

"Apalagi jauh sebelum UU Cipta Kerja disahkan, reaksi publik cenderung menolak dengan munculnya demonstrasi, terutama dari kalangan buruh dan pekerja," tuturnyaSejalan dengan itu, mayoritas responden atau 25,3 persen menilai bahwa UU Cipta Kerja hanya menguntungkan para pelaku usaha atau pebisnis. Kemudian, 18,1 persen publik menilai UU ini hanya menguntungkan pemerintah, 16,6 persen menyebut UU hanya menguntungkan pekerja/karyawan swasta, 16,6 persen menguntungkan investor/pemilik modal, 12,4 persen menguntungkan buruh, serta 2,5 persen menguntungkan petani dan nelayan.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

kompascom /  🏆 9. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Nurul Arifin Tegaskan Golkar Tak Terpengaruh Hasil Survei Popularitas CapresNurul Arifin Tegaskan Golkar Tak Terpengaruh Hasil Survei Popularitas CapresBegitu pula Waketum Partai Golkar Nurul Ariffin, survei elektabilitas juga tidak bisa dijadikan patokan. Masyarakat pun diimbau untuk menjadi pemilih yang cerdas.
Baca lebih lajut »

Takut Tak Dimaafkan, Pangeran Harry Tak Bongkar Semua Aib di Buku BarunyaTakut Tak Dimaafkan, Pangeran Harry Tak Bongkar Semua Aib di Buku BarunyaPangeran Harry mengatakan dia memiliki cukup bahan untuk menulis, namun dia memilih untuk tidak menerbitkan beberapa detailnya. Ia khawatir ayah dan saudara laki-lakinya tidak akan pernah memaafkannya jika itu dipublikasikan. Global PangeranHarry
Baca lebih lajut »

Dikabarkan Masuk Golkar, Ridwan Kamil: Kurang Lebih Arahnya ke Sana |Republika OnlineDikabarkan Masuk Golkar, Ridwan Kamil: Kurang Lebih Arahnya ke Sana |Republika OnlineRidwan Kamil tak menepis namun ia juga tak menjawab tegas.
Baca lebih lajut »

Warung Kecil Tak Boleh Jual LPG 3 Kg, Staf Erick Thohir Minta Warga Tak KhawatirWarung Kecil Tak Boleh Jual LPG 3 Kg, Staf Erick Thohir Minta Warga Tak KhawatirPemerintah akan membatasi penjualan LPG 3 kg hanya pada penyalur-penyalur resmi. Artinya, penyaluran melalui pengecer seperti warung-warung kecil tak akan ada lagi.
Baca lebih lajut »

Dampak Negatif Hubungan Seksual Anak di Bawah Umur, Jangan Coba-Coba |Republika OnlineDampak Negatif Hubungan Seksual Anak di Bawah Umur, Jangan Coba-Coba |Republika OnlineTak hanya hubungan seks, hamil di bawah umur juga memiliki risiko yang tak sedikit.
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-02-28 13:38:30