Subsidi Harus Makin Tepat Sasaran

Indonesia Berita Berita

Subsidi Harus Makin Tepat Sasaran
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 republikaonline
  • ⏱ Reading Time:
  • 56 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 26%
  • Publisher: 63%

Kesalahan dalam kebijakan subsidi dapat berakibat fatal.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah menganggarkan belanja subsidi energi tahun depan dalam RAPBN 2020 sebesar Rp 137,5 triliun atau lebih rendah dibandingkan APBN 2019 yang sebesar Rp 159,97 triliun. Nilai tersebut juga lebih rendah daripada proyeksi realisasi subsidi energi tahun ini, yakni Rp 142,6 triliun.

Marwan menilai, subsidi untuk listrik memang relatif lebih mudah lantaran terdata nama penerima subsidi dan latar belakangnya. Berbeda dengan subsidi untuk bahan bakar minyak . Marwan mengatakan jumlah subsidi yang tidak tepat sasaran untuk subsidi listrik jauh lebih kecil dibanding subsidi pada BBM, di mana 60 persen sampai 70 persen yang menikmati subsidi BBM tidak tepat sasaran atau orang-orang yang secara finansial mampu. Sementara di sisi lain, keuangan negara terbatas.

Marwan mengusulkan harga BBM disesuaikan dengan harga keekonomian. Ia menyebut, BBM penugasan seperti Premium dalam Perpres nomor 191 tahun 2014 tidak disebutkan barang subsidi. Namun, kata Marwan, pemerintah memaksa Pertamina menjual lebih rendah di bawah harga keekonomian dan beban subsidi untuk tahap awal ditanggung oleh Pertamina.

Marwan menilai, Premium dan Pertalite merupakan BBM bersubsidi, namun subsidi ditanggung Pertamina. Sedangkan pengguna Premium dan Pertalite terbanyak justru golongan yang yang mampu. Marwan mendorong pemerintah untuk berhati-hati dalam kebijakan subsidi agar lebih tepat sasaran.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

republikaonline /  🏆 16. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

RUU Pertanahan Harus Dibahas Mendalam, Jangan Sahkan Terburu-buruRUU Pertanahan Harus Dibahas Mendalam, Jangan Sahkan Terburu-buruMasih ada beberapa hal dalam pasal RUU Pertanahan yang perlu didalami lagi, karena semangat awal dari RUU Pertanahan adalah untuk memperjelas UU 5/1960.
Baca lebih lajut »

Perkuat Daya Saing, Industri Harus Berani Lakukan TerobosanPerkuat Daya Saing, Industri Harus Berani Lakukan TerobosanSelama dua tahun terakhir, kontribusi sektor industri manufakur terhadap PDB nasional terus menurun.
Baca lebih lajut »

Ketua Adat Papua: Semua Perempuan Harus Mencontoh Risma dan KhofifahKetua Adat Papua: Semua Perempuan Harus Mencontoh Risma dan KhofifahRisma dan Khofifah adalah sumber inspirasi bagi perempuan di seluruh Indonesia.
Baca lebih lajut »

Kinerja Seret, Industri Manufaktur Harus Apa?Kinerja Seret, Industri Manufaktur Harus Apa?Selama dua tahun terakhir kontribusi sektor industri manufakur terhadap PDB nasional memang terus menurun. Pelaku industri harus apa? Manufaktur via detikfinance
Baca lebih lajut »

Ribuan Pengungsi Suriah Harus Segera Tinggalkan Istanbul, Ini AlasannyaRibuan Pengungsi Suriah Harus Segera Tinggalkan Istanbul, Ini AlasannyaRibuan pengungsi Suriah punya waktu hingga Selasa (20/08) untuk meninggalkan Istanbul, atau mereka akan dipindahkan dengan paksa. Apa alasannya? Suriah Istanbul
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-02-27 01:44:28