Studi menemukan bahwa 200 meter teratas di bawah permukaan laut, yang jadi rumah bagi mayoritas satwa laut, mengandung 20 juta ton mikroplastik.
Sebuah studi menunjukkan bahwa ada lebih banyak sampah plastik tepat berada di bawah permukaan Samudra Atlantik pada masa kini, dibanding total seluruhTemuan berdasarkan analisis sampel dari tiga jenis materi sampah plastik paling umum yang dikombinasikan dengan pemodelan komputer tersebut menyorot skala polusi yang tak terdeteksi di lautan kedua terbesar dunia itu.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Ikan-ikan Situ Rawa Besar Depok Mendadak Mati, Diduga karena Limbah SampahWarga dikejutkan dengan kemunculan ikan-ikan yang mati secara tiba-tiba di Situ Rawa Besar, Depok. Warga menilai ikan-ikan itu mati karena limbah sampah. Depok
Baca lebih lajut »
Studi: Kopi Bermanfaat untuk Lindungi HatiMinum kopi bisa melindungi hati kita dan membantu mencegah kematian akibat penyakit hati.\n
Baca lebih lajut »
Studi: Pandemi Covid-19 Tingkatkan Kasus Diabetes Anak |Republika OnlineAda kenaikan dua kali lipat kasus diabetes tipe 1 pada anak di London selama pandemi
Baca lebih lajut »
Studi: Ini Beda Gejala Gangguan Indra Pencium dan Perasa pada COVID-19 dan FluGangguan indra penciuman dan perasa menjadi salah satu gejala yang dialami pasien Corona. Studi ungkap bedanya gejala ini dengan yang mengidap flu biasa. Ini penjelasannya: Flu VirusCorona via detikHealth
Baca lebih lajut »
Studi tentang Risiko Penularan Virus di Pesawat 'Meyakinkan'Penggunaan masker untuk mencegah penyebaran virus corona belum umum dilakukan pada Maret, ketika sekelompok wisatawan Jerman melakukan penerbangan panjang dalam perjalanan pulang dari Israel. Namun para peneliti terkejut mendapati bahwa hanya dua penumpang di luar kelompok wisatawan tersebut...
Baca lebih lajut »
Studi: Covid-19 Diduga Terkait Peningkatan Diabetes Tipe 1 pada AnakKasus diabetes tipe 1 pada anak meningkat hampir dua kali lipat selama puncak wabah Covid-19 di Inggris. Pakar menyarankan...
Baca lebih lajut »