Sri Lanka bangkrut. Ekonomi negara itu benar-benar runtuh. Situasi ini disebut jauh lebih serius dari sekadar kekurangan bahan bakar, gas, listrik dan makanan.
Warga melakukan aksi protes krisis ekonomi di dekat kediaman pribadi Perdana Menteri Sri Lanka, Ranil Wickremesinghe, Rabu waktu setempat.
Pihak berwenang juga berencana untuk mengadakan konferensi bantuan kredit dengan negara-negara sahabat termasuk India, Jepang dan China untuk bantuan lebih lanjut. Kekurangan makanan, bahan bakar, dan kebutuhan pokok yang berkepanjangan berisiko mengintensifkan protes dan dapat menghambat stabilitas politik lebih lanjut. AP Photo/Eranga Jayawardena
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Gagal Selamatkan Sri Lanka, PM Wickremesinghe Dikritik Tak Punya Gebrakan EkonomiPerdana Menteri Sri Lanka, Ranil Wickremesinghe telah gagal menyelamatkan negaranya dari kebangkrutan.
Baca lebih lajut »
PM Sri Lanka Katakan Ekonomi Negaranya Ambruk TotalEkonomi Sri Lanka yang dibebani utang besar telah ambruk setelah terjadi kekurangan pangan, bahan bakar, dan listrik selama berbulan-bulan. Demikian pemberitahuan Perdana Menterinya kepada anggota parlemen pada Rabu, dalam komentar yang menggarisbawahi situasi genting negara itu sementara Sri...
Baca lebih lajut »
PM Sri Lanka Sebut Ekonomi Negaranya Runtuh, Tak Mampu Beli BBM walau Tunai Sekali punPM Sri Lanka di Parlemen hari Rabu (22/6/2022) mengatakan ekonomi negaranya runtuh, bahkan tidak mampu membeli bahan bakar secara tunai.
Baca lebih lajut »
PM Sri Lanka Nyatakan Ekonomi Negara Sudah RuntuhPM Sri Lanka Ranil Wickremesinghe mengatakan ekonomi negara yang sarat utang telah runtuh.
Baca lebih lajut »
Krisis Pandemi dan Resesi, Ini Beda Indonesia dengan Sri Lanka dan Pakistan | Ekonomi - Bisnis.comIndonesia dinilai memiliki perbedaan dalam menghadapi gejolak ekonomi dibandingkan dengan Sri Lanka dan Pakistan.
Baca lebih lajut »
India Siap Bantu Sri Lanka Pulihkan EkonomiIndia menyatakan siap membantu Sri Lanka dalam pemulihan ekonomi yang cepat. New Delhi akan mendukung dengan dana US$ 4 miliar (Rp 59 triliun)
Baca lebih lajut »