Krisis Pandemi dan Resesi, Ini Beda Indonesia dengan Sri Lanka dan Pakistan
Bisnis.com, JAKARTA – Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Nathan Kacaribu membeberkan perbedaan antara Indonesia dengan Sri Lanka dan Pakistan dalam menghadapi krisis pandemi Covid-19 dan gejolak global yang tengah terjadi saat ini.
Pertama, pengelolaan kebijakan baik makro maupun moneter Indonesia sangat bijaksana dan konservatif sejak lama. "Dibandingkan dengan Sri Lanka dan Pakistan, di 2019 saja utang pemerintah masing-masing sudah melebihi 87 dan 86 persen dari PDB nya. Ini sudah 3 kali lipat dari Indonesia, ini bahkan sebelum pandemi," ungkapnya.
Di lain sisi, pengelolaan kebijakan moneter Indonesia juga sangat konservatif, independen, dan kredibel. Laju pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksi berada di atas 5 persen. Alhasil, kata Febrio, tidak adil jika membandingkan kondisi Sri Lanka dan Pakistan dengan Indonesia.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Ekonom: Kebangkrutan Sri Lanka Tidak Berdampak ke Indonesia - Tribunnews.comSri Lanka mulai melakukan penutupan sekolah dan sebagian aktivitas pelayanan pemerintahannya, setelah mengalami kebangkrutan akibat gagal bayar utang
Baca lebih lajut »
PM Sri Lanka Nyatakan Ekonomi Negara Sudah RuntuhPM Sri Lanka Ranil Wickremesinghe mengatakan ekonomi negara yang sarat utang telah runtuh.
Baca lebih lajut »
Ini yang Buat Sri Lanka Bangkrut sampai Ribuan Warga MinggatDiterpa krisis ekonomi, ratusan ribu warga Sri Lanka dilaporkan mulai berbondong-bondong meninggalkan negaranya.
Baca lebih lajut »
Gagal Selamatkan Sri Lanka, PM Wickremesinghe Dikritik Tak Punya Gebrakan EkonomiPerdana Menteri Sri Lanka, Ranil Wickremesinghe telah gagal menyelamatkan negaranya dari kebangkrutan.
Baca lebih lajut »
Sri Mulyani Minta Pelaku IKM Presentasikan Budaya Indonesia | merdeka.comMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berpesan kepada pelaku usaha Industri Kecil Menengah (IKM) di Indonesia, agar terus meningkatkan inovasi dan kreativitas dalam mengembangkan produk-produk dalam negeri supaya bisa merepresentasikan budaya dan adat istiadat khas nusantara.
Baca lebih lajut »
Sri Lanka Bangkrut, Wanita yang Lebih Muda Boleh Kerja di Luar NegeriSri Lanka dikatakan bangkrut lantaran tak bisa membayar utang jatuh tempo. Perempuan usia 21 tahun boleh bekerja di luar negeri, sebelumnya aturannya usia 23 tahun.
Baca lebih lajut »