Pemkab Solok Selatan berencana membuka sekolah lagi setelah tidak ada kasus baru COVID-19.
Saat ini sedang disusun tata cara melaksanakan belajar tatap muka dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang berlaku.
Pelaksana tugas Bupati Solok Selatan, Abdul Rahman mendukung proses belajar tatap muka segera dilaksanakan, sebab di kabupaten itu tidak ada kasus COVID-19 baru. Dia mengatakan, untuk kondisi Solok Selatan proses belajar dalam jaringan cukup menyulitkan orang tua serta pelajar sebab masih banyak daerah tak ada akses internet .
Selain itu, motivasi belajar anak-anak juga sudah mulai menurun sehingga perlu belajar tatap muka segera.blank spotTerkait untuk tes usap bagi guru, dia katakan tidak diperlukan sebab saat proses belajar tatap muka tetap memperhatikan protokol kesehatan. "Untuk tes usap kami lakukan terhadap pasien yang menunjukkan gejala saja kalau untuk guru belum perlu," ujarnya.*
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Nunukan Segera Buka KBM Tatap Muka di Sekolah |Republika OnlineKBM secara tatap muka direncanakan dibuka kembali pada 18 Agustus 2020
Baca lebih lajut »
Wali Kota Pekanbaru Izinkan Sekolah Tatap Muka Secara TerbatasWali Kota Pekanbaru, Firdaus, menyetujui pelaksanaan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di sekolah. Kegiatan belajar mengajar secara tatap muka ini dilakukan dengan berbagai pembatasan. Pekanbaru Sekolah
Baca lebih lajut »
Madrasah di Lebak Sudah Belajar Tatap Muka |Republika OnlineBelajar tatap muka dilakukan dengan mengedepankan protokol kesehatan.
Baca lebih lajut »
Kota Bekasi Mulai Gelar Belajar Tatap Muka - Metro - koran.tempo.coBelajar secara tatap muka di Bekasi baru sebatas simulasi dan hanya digelar di enam sekolah secara terbatas. KoranTempo
Baca lebih lajut »
Pemkot Bekasi Gelar Simulasi KBM Tatap Muka di 6 SekolahMulai pekan ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi kembali melakukan simulasi kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di enam sekolah.
Baca lebih lajut »