Soal PLN Salah Catat Meteran Pelanggan, Ini Pembelaan ESDM |Republika Online

Indonesia Berita Berita

Soal PLN Salah Catat Meteran Pelanggan, Ini Pembelaan ESDM |Republika Online
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 republikaonline
  • ⏱ Reading Time:
  • 62 sec. here
  • 3 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 28%
  • Publisher: 63%

Lonjakan tagihan listrik terjadi murni karena pandemi Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tagihan listrik masyarakat yang meroket tajam akibat salah catat meteran oleh PLN ditangkis oleh pemerintah. Kementerian ESDM memastikan bahwa PLN tidak melakukan salah catat meteran masyarakat. Yang ada, kata ESDM, masyarakat memang mengalami peningkatan konsumsi. Padahal, tak sedikit keluhan masyarakat soal tagihan listrik yang melonjak ini disinyalir karena memang ada kesalahan dari PLN yang salah mencatat meteran.

Sayangnya, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Rida Mulyana membela PLN karena menurut Rida, tagihan listrik melonjak murni karena pandemi Covid-19."Bukan salah catat, tapi pencatatan gak langsung. Karena Covid-19. Jadi nggak ada salah catat. Ini karena mekanisme pencatatan yang berbeda," ujar Rida dalam konferensi pers virtual, Selasa .

Rida juga menjelaskan selama ini untuk pencatatan meter manual, PLN memakai pihak ketiga untuk melakukan pencatatan ke rumah rumah. Karena pandemi, pencatatan tak bisa dilakukan. Bukan hanya pihak PLN saja yang tidak datang ke rumah, tak sedikit warga yang memang tidak membuka pintu bagi para petugas pencatatan meteran tersebut.

"Kalau pihak ketiga itu mau datang ke rumah, orang rumah belum tentu mau didatangi. Di rata-rata itu. Artinya, ini yang terbebankan ke rekening berikutnya," ujar Rida. Sebelumnya, ada salah satu pelanggan 900 VA di Makassar yang mendapati tagihan listriknya sampai Rp 19 juta. Setelah dilaporkan kepada PLN, PLN mengakui bahwa tagihan melonjak karena memang dari pihak PLN salah melakukan pencatatan. Sayangnya, pelanggan tersebut tetap harus membayar tagihan listrik tersebut meski melalui skema dicicil.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

republikaonline /  🏆 16. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

6 Informasi Salah soal Posisi Tidur Bayi yang Sudah Beredar di Masyarakat6 Informasi Salah soal Posisi Tidur Bayi yang Sudah Beredar di MasyarakatKetika menjadi orang tua baru, ada banyak informasi palsu yang beredar di masyarakat mengenai cara mengurus bayi, termasuk posisi tidur.
Baca lebih lajut »

Trump Teken Aturan soal Corona, Salah Satunya Penggusuran RumahTrump Teken Aturan soal Corona, Salah Satunya Penggusuran RumahPresiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menandatangani kebijakan baru. Salah satu kebijakannya mencegah penggusuran. DonaldTrump via detikfinance
Baca lebih lajut »

GM PLN Tinjau Pabrik Pembuatan KWH Meter di Tangerang |Republika OnlineGM PLN Tinjau Pabrik Pembuatan KWH Meter di Tangerang |Republika OnlinePLN memastikan kualitas dan mutu material yang digunakan
Baca lebih lajut »

Pemerintah akan Suntik Rp 12,2 Triliun untuk PLN |Republika OnlinePemerintah akan Suntik Rp 12,2 Triliun untuk PLN |Republika OnlinePemerintah sudah menyuntik dana ke PLN Rp 28 triliun untuk subsidi dan stimulus.
Baca lebih lajut »

Penjelasan soal Harga Emas Cetak Rekor TerusPenjelasan soal Harga Emas Cetak Rekor TerusHarga emas belakangan terus menyentuh rekor baru bahkan minggu ini sudah tembus US$ 2.000 per troy ounce. Mann menegaskan bahwa harga emas yang terus cetak rekor bukanlah awal dari ledakan inflasi. Emas via detikfinance
Baca lebih lajut »

Soal Klaster Rumah Makan Rawon dengan 15 Kasus Positif COVID-19Soal Klaster Rumah Makan Rawon dengan 15 Kasus Positif COVID-19Ada 15 orang dinyatakan positif COVID-19 dari klaster Rumah Makan Rawon Nguling Probolinggo. Dua di antaranya meninggal yakni pemilik rumah makan dan anaknya. Probolinggo
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-04-05 17:21:59