Sejumlah lembaga mempunyai data yang berbeda saat pendistribusian bansos terkait pandemi Covid-19.
Liputan6.com, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebut, pemerintah di Indonesia memiliki kelemahan dalam hal pendataan, contohnya saat pendistribusian bantuan sosial atau bansos bagi masyarakat terdampak pandemi Covid-19.
Karena hal itu, Riza menyebut, pemerintah pusat atau daerah sama-sama memiliki permasalahan yang sama. Dia mengharapkan adanya pendataan yang lebik untuk mempermudah sinkronisasi data.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Pemprov DKI Perpanjang Distribusi Bansos Covid-19 hingga DesemberRiza mengatakan, jumlah penerima bansos akan berkurang seiring kembali menggeliatnya aktivitas perekonomian.
Baca lebih lajut »
UPDATE 26 Juni: Bertambah 1 Kasus, Total 19 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Kota BekasiKasus Covid-19 terbanyak ada di Kecamatan Rawa Lumbu dengan jumlah kumulatif 47 kasus. Delapan orang di antaranya masih dirawat.
Baca lebih lajut »
Anies Baswedan Soal Angka: Pasien Covid-19 Dirawat Tak MelonjakAnies Baswedan: Jumlah yang harus dirawat tidak mengalami lonjakan, tidak perlu sampai di tangani di Rumah Sakit. - Covid19 AniesBaswedan
Baca lebih lajut »
Cek Fakta: Tidak Benar Gibran Salahkan Rakyat yang Tak Patuhi Aturan Pemerintah soal Covid-19Beredar klaim Gibran menyalahkan rakyat yang tidak mematuhi aturan pemerintah atas merebaknya Covid-19, simak faktanya.
Baca lebih lajut »
LBM Eijkman Beri Kabar Gembira soal Perkembangan Vaksin COVID-19Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman Institute memberikan kabar gembira terkait perkembangan penelitian vaksin COVID-19 yang mereka lakukan.
Baca lebih lajut »
New Normal, Maklumat Kapolri soal Penanganan Covid-19 DicabutPencabutan maklumat itu tertuang dalam surat telegram rahasia (TR) nomor STR/364/VI/OPS.2./2020 tanggal 25 Juni 2020
Baca lebih lajut »