Dirut Bulog Budi Waseso menjelaskan, kebijakan negara untuk mengambil alih impor jagung dan kedai kini masih menunggu proses penataan regulasi.
Liputan6.com, Jakarta - Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menyatakan, negara akan mengambil alih pelaksanaan impor jagung dan kedelai. Sehingga, monopoli swasta terhadap impor untuk kedua komoditas pangan itu bisa selesai.
Berkaca pada pengalaman, ia mengatakan, pengrajin produk jadi kedelai seperti tahu tempe kerap kesulitan dapat bahan baku di pasar domestik, karena harganya terlampau mahal. "Sekarang dalam penataan-penataan unyuk perbaikan ke depan lebih baik. Soal Pajale dalam undang-undang kewenangannya di Bulog. Regulasi kita perbaiki, sehingga tak ada lagi monopoli swasta," tandasnya.
"Kedelai sudah tiba di Merak. Oleh karena itu, 1-2 hari ini harga kedelai sudah dipastikan Rp11.000 sampai Rp12.000, turun dari Rp14.000 ," kata Zulkifli pada acara Rakornas Kepala Daerah dan Forkopimda 2023 di Sentul International Convention Center , Bogor, Jawa Barat, Selasa . "Cuma berbagai kendala belum bisa terkendali tapi sudah diambil oleh beberapa pelaku sektor lain," ungkapnya.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Cegah Monopoli Swasta, Bos Bulog Sebut Impor Jagung dan Kedelai Akan Diatur NegaraDirektur Utama Badan Urusan Logistik (Bulog) Budi Waseso mengatakan impor jagung dan kedelai akan diatur negara. Ini dilakukan supaya tidak ada lagi monopoli swasta dalam impor tersebut.
Baca lebih lajut »
Dubes Rusia untuk Indonesia: Ukraina Hanyalah Boneka Negara-Negara BaratDuta Besar (Dubes) Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Georgiena Vorobieva menyebut pemerintah Ukraina hanyalah boneka negara-negar barat.
Baca lebih lajut »
Merasa Terancam Rusia, Negara-Negara Baltik Dukung Ukraina Diberi Jet TempurNegara-negara kawasan Baltik dan Polandia mendukung upaya Ukraina mendapatkan jet-jet tempur modern dari negara-negara Barat.
Baca lebih lajut »
Beijing: Wilayah Asia-Pasifik Bukan ‘Papan Catur’ di Kalangan Negara-Negara BesarKementerian luar negeri China pada Rabu (1/2) mengatakan bahwa kawasan Asia-Pasifik bukanlah “papan catur” di kalangan negara-negara besar. Pernyataan ini merujuk pada perebutan pengaruh kekuatan geopolitik di kawasan tersebut. Mao Ning, juru bicara Kementerian Luar Negeri China pada...
Baca lebih lajut »
Analisis Litbang “Kompas” : Mengakselerasi Perekonomian Negara-Negara ASEANKeketuaan ASEAN 2023 menjadi momentum bagi Indonesia untuk memimpin negara-negara anggota ASEAN untuk bangkit dari keterpurukan akibat pandemi Covid-19. Namun, tantangan geopolitik-ekonomi yang dihadapi tidak ringan. kajiandata AdadiKompas
Baca lebih lajut »
Bahlil Sebut Negara Maju Banyak Mendikte Negara BerkembangSalah satu ketidakadilan yang saat ini menimpa negara berkembang ialah mengenai penetapan harga karbon. Karbon yang dihasilkan oleh negara-negara maju dipatok tinggi
Baca lebih lajut »