Salah satu ketidakadilan yang saat ini menimpa negara berkembang ialah mengenai penetapan harga karbon. Karbon yang dihasilkan oleh negara-negara maju dipatok tinggi
MENTERI Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia gusar dengan sikap negara-negara maju yang bertindak tidak adil pada negara-negara berkembang. Hal itu menurutnya dapat dilihat dari sikap dan ketentuan internasional yang seolah menahan kemajuan negara berkembang."Negara maju itu harga karbon bisa US$100 per ton, sedangkan negara berkembang, seperti Indonesia hanya US$20 per ton.
Di saat yang sama, masih banyak negara maju yang mengharapkan manfaat dari sumber daya alam yang dimiliki oleh negara berkembang. Bahlil menganggap itu sebagai anomali berpikir yang tidak menginginkan negara berkembang untuk maju.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Pesan Menkeu ke Pengusaha: Siap-Siap Ada Kebijakan Pajak KarbonKebijakan pajak karbon bertujuan menyeimbangkan ekonomi dan menekan dampak lingkungan dari emisi karbon. Salah satu upaya, yakni membuat emisi karbon menjadi sesuatu yang bernilai.
Baca lebih lajut »
Merasa Terancam Rusia, Negara-Negara Baltik Dukung Ukraina Diberi Jet TempurNegara-negara kawasan Baltik dan Polandia mendukung upaya Ukraina mendapatkan jet-jet tempur modern dari negara-negara Barat.
Baca lebih lajut »
Dubes Rusia untuk Indonesia: Ukraina Hanyalah Boneka Negara-Negara BaratDuta Besar (Dubes) Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Georgiena Vorobieva menyebut pemerintah Ukraina hanyalah boneka negara-negar barat.
Baca lebih lajut »
Beijing: Wilayah Asia-Pasifik Bukan ‘Papan Catur’ di Kalangan Negara-Negara BesarKementerian luar negeri China pada Rabu (1/2) mengatakan bahwa kawasan Asia-Pasifik bukanlah “papan catur” di kalangan negara-negara besar. Pernyataan ini merujuk pada perebutan pengaruh kekuatan geopolitik di kawasan tersebut. Mao Ning, juru bicara Kementerian Luar Negeri China pada...
Baca lebih lajut »
Analisis Litbang “Kompas” : Mengakselerasi Perekonomian Negara-Negara ASEANKeketuaan ASEAN 2023 menjadi momentum bagi Indonesia untuk memimpin negara-negara anggota ASEAN untuk bangkit dari keterpurukan akibat pandemi Covid-19. Namun, tantangan geopolitik-ekonomi yang dihadapi tidak ringan. kajiandata AdadiKompas
Baca lebih lajut »
Rangkaian ASEAN Tourism Forum 2023 di Yogyakarta Dimulai Hari Ini |Republika OnlineATF tidak hanya dihadiri oleh delegasi dari negara-negara ASEAN.
Baca lebih lajut »