Setengah Orang Dewasa Usia 40 ke Atas Punya Penyakit Jantung yang tak Terdeteksi |Republika Online

Indonesia Berita Berita

Setengah Orang Dewasa Usia 40 ke Atas Punya Penyakit Jantung yang tak Terdeteksi |Republika Online
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 republikaonline
  • ⏱ Reading Time:
  • 48 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 23%
  • Publisher: 63%

Penyakit jantung adalah salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia.

Kemudian kondisi selanjutnya dapat mengakibatkan berkurangnya suplai darah ke jantung dan dapat menimbulkan serangan jantung. Penyempitan arteri ini disebut aterosklerosis. Terkadang pecahnya plak dapat menimbulkan gumpalan darah yang dapat menjalar ke berbagai bagian tubuh seperti otak dan dapat menyebabkan strok.

Kondisi ini dapat berkembang bertahun-tahun sebelum terdeteksi. Studi tersebut melibatkan lebih dari 9.500 subjek yang berusia di atas 40 tahun. Mereka tidak memiliki diagnosis penyakit kardiovaskular sebelumnya. digunakan untuk mengidentifikasi penyakit koroner obstruktif yang tidak terdeteksi. Hasilnya menunjukkan 46 persen peserta memiliki penyakit jantung yang tidak terdeteksi sebelumnya.

Menurut para ahli, elemen yang mengejutkan adalah 10 persen memiliki penyakit obstruktif tanpa gejala apa pun. Studi tersebut juga menunjukkan penyakit jantung mungkin tidak selalu datang dengan gejala. Oleh karena itu, untuk menilai risiko kardiovaskular pada orang dewasa tanpa gejala, mungkin harus melakukan tes yang lebih invasif seperti CT angiogram koroner. Sesuai laporan, akhir-akhir ini ada tes darah yang sangat sensitif dan dinilai dapat mendeteksi kadar troponin, protein yang dilepaskan ke dalam darah saat otot jantung rusak.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

republikaonline /  🏆 16. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Gejala TBC Anak Berbeda dengan Orang DewasaGejala TBC Anak Berbeda dengan Orang DewasaRumah Sakit Islam Fatimah (RSIF) memperingati Hari Tuberculosis (TBC) Sedunia dengan menggelar kegiatan edukasi serentak melalui media live Instagram.
Baca lebih lajut »

WHO Revisi Rekomendasi Vaksin: Orang Dewasa Berisiko Sedang Tak Perlu Vaksinasi Covid-19 TambahanWHO Revisi Rekomendasi Vaksin: Orang Dewasa Berisiko Sedang Tak Perlu Vaksinasi Covid-19 TambahanOrganisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyesuaikan rekomendasi vaksinasi Covid-19 untuk fase baru pandemi. WHO mengatakan tidak lagi merekomendasikan booster tambahan bagi orang dewasa dengan risiko sedang, karena manfaatnya yang kecil. Global WHO
Baca lebih lajut »

WHO: Anak-Anak dan Orang Dewasa Sehat tak Perlu Lagi Vaksin |em|Booster|/em| |Republika OnlineWHO: Anak-Anak dan Orang Dewasa Sehat tak Perlu Lagi Vaksin |em|Booster|/em| |Republika OnlineKelompok lanjut usia dan resiko tinggi masih membutuhkan vaksin booster
Baca lebih lajut »

3 Orang Meninggal Akibat Penyakit Misterius di Burundi, Diimbau Hindari Makan Hewan Liar3 Orang Meninggal Akibat Penyakit Misterius di Burundi, Diimbau Hindari Makan Hewan LiarTiga orang di negara Burundi yang dikarantina telah kehilangan nyawa mereka selama tiga hari karena penyakit yang belum diidentifikasi secara resmi. Kondisi ini telah memaksa puluhan orang lainnya menjalani karantina ketat.
Baca lebih lajut »

Kisah Ganasnya Invasi Orang-orang Demak Tewaskan Kakek Jaka Tingkir dan Ayah Sunan KudusKisah Ganasnya Invasi Orang-orang Demak Tewaskan Kakek Jaka Tingkir dan Ayah Sunan KudusSepeninggal Sunan Ampel (wafat 1481 Masehi), yakni Wali Songo tertua, kesultanan Demak Bintoro kembali menginvasi Kerajaan Majapahit yang belum sepenuhnya ditaklukkan....
Baca lebih lajut »

Orang-orang di Balik Megahnya Masjid Istiqlal, Bahu-membahu Mengurus Masjid Terbesar di Asia TenggaraOrang-orang di Balik Megahnya Masjid Istiqlal, Bahu-membahu Mengurus Masjid Terbesar di Asia TenggaraRatusan orang mengabdikan dirinya sebagai marbut dalam membantu menjaga dan memelihara Masjid Istiqlal.
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-02-27 02:39:19