Penderita obestitas sebagai faktor lain yang berpotensi memperburuk kondisi pasien COVID-19. Covid-19
jpnn.com, JAKARTA - Staf medis di ruang gawat darurat hotspot virus di seluruh dunia melihat lebih banyak pria daripada wanita yang menderita gejala COVID-19. Penderita obestitas sebagai faktor lain yang berpotensi memperburuk kondisi mereka. Obesitas menambah risiko kesehatan secara umum, dengan peningkatan kejadian diabetes dan hipertensi, yang keduanya diidentifikasi sebagai faktor yang memperburuk COVID-19 dalam studi Italia dan Tiongkok.
Baca Juga: "Lebih banyak pria daripada wanita yang memiliki masalah serius, dan pasien yang kelebihan berat badan atau memiliki masalah kesehatan sebelumnya berisiko lebih tinggi," kata Derek Hill, Profesor Ilmu Pencitraan Medis di University College London, seperti dilansir laman MSN, Kamis .
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Satgas Covid-19 DPR Berikan Bantuan untuk Penanganan Covid-19Bantuan obat herbal dan APD tersebut dalam rangka membantu pemerintah untuk mempercepat penanganan Covid-19, baik di pusat maupun daerah.
Baca lebih lajut »
Lawan Covid: Lingkungan Siaga Covid-19 dan Jersey CR-7 |Republika Online
Baca lebih lajut »
Selain Swab, Tasik Tentukan Positif Covid-19 dari |em|Rapid Test|/em| |Republika OnlineTercatat 17 pasien positif di Tasikmalaya, tiga dari uji swab, sisanya dari RDT.
Baca lebih lajut »
Selain Covid-19, Dinkes DKI Juga Pantau Kasus DBD'DKI Jakarta saat ini sedang menghadapi pandemi covid-19. Tetapi tentunya kewaspadaan terhadap semua penyakit menular, potensial kejadian luar biasa tetap kita jalankan termasuk dengan DBD,'
Baca lebih lajut »
5 Penyakit Penyerta Penyebab Kematian Pasien Covid-19Keberadaan beberapa penyakit penyerta (komorbid) bisa memperparah hingga mengakibatkan kematian pada pasien Covid-19.
Baca lebih lajut »
Ikatan Pesantren Indonesia Ajak Masyarakat Bersatu Atasi Covid-19KH Zaini Ahmad, turut mengimbau masyarakat jangan mudah terpecah belah di tengah pandemi virus korona atau Covid-19 yang tengah melanda Indonesia dan dunia.
Baca lebih lajut »