Saudi meningkatkan kapasitas perawatan kritis hingga 50 persen.
REPUBLIKA.CO.ID, JEDDAH -- Awalnya, masyarakat harus menunggu lama karena tekanan pada ruang gawat darurat di rumah sakit. Namun kini ada lebih dari 230 klinik di Saudi dipastikan buka 16 jam bahkan 24 jam sehari untuk membantu siapa pun yang mengalami gejala Covid-19.
"Di Kerajaan, situasinya tidak pernah begitu mengerikan sehingga kami harus mulai memilih siapa yang akan diselamatkan dan siapa yang akan mati karena kurangnya ketersediaan perawatan kritis," kata Al-Rabiah. Setiap trauma psikologis atau tekanan yang disebabkan oleh virus juga sedang ditangani. Orang-orang dapat menelepon 937 untuk melaporkan perjuangan mereka. Karena dalam beberapa kasus, penelepon memang membutuhkan dukungan lebih lanjut.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Menteri Kesehatan Saudi Tak Setujui Vaksin Sebelum Aman |Republika OnlineSetelah diuji dan disetujui oleh SFDA, barulah vaksin akan digunakan Saudi.
Baca lebih lajut »
Arab Saudi Ogah Tiru Langkah UEA Soal Normalisasi dengan IsraelPemerintah Arab Saudi akhirnya angkat suara setelah bungkam berhari-hari terkait kesepakatan normalisasi Israel dan Uni Emirat Arab.
Baca lebih lajut »
Trump Mau Arab Saudi Buka Hubungan Diplomatik dengan Israel |Republika OnlineTrump memuji normalisasi hubungan UEA dan Israel.
Baca lebih lajut »
Menlu Arab Saudi Tegaskan Tetap Dukung Palestina Merdeka |Republika OnlineArab Saudi menanggapi normalisasi hubungan Uni Emirat Arab-Israel
Baca lebih lajut »
Arab Saudi Tak Akan Ikuti UEA Jalin Hubungan Diplomatik dengan IsraelPemerintah Arab Saudi menyatakan tidak akan mengikuti langkah Uni Emirat Arab (UEA) menjalin hubungan diplomatik dengan Israel, sampai negara Yahudi itu mencapai kesepakatan damai dengan Palestina. Israel ArabSaudi
Baca lebih lajut »