Menurut Sandiaga, ada beberapa aspek yang harus diperhatikan dalam membentuk kolaborasi yang tepat dalam situasi new normal.
Liputan6.com, Jakarta - Rumah Siap Kerja berkolaborasi dengan Sandiaga Uno menyelenggarakan acara talkshow virtual bertajuk “Pulihkan Ibu Pertiwi: “2020 Era Kolaborasi”, Sabtu .
“Melalui kolaborasi, dua usaha berbeda dapat melengkapi kelemahan satu sama lain, sehingga kinerjanya dapat lebih efektif dan efisien dan keduanya mendapatkan win-win solution,” kata Sandiaga. Salah satunya adalah memperhatikan cakupan dan durasi kolaborasi karena kolaborasi bukan open-ended. Pastikan kolaborasi sesuai target.
Politisi Gerindra ini mendorong para audiens webinar dan pelaku bisnis UMKM untuk melakukan kolaborasi sebagai salah satu strategi marketing.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
KKP Dorong Pelaku Usaha Bikin Kemasan Produk yang Menarik |Republika OnlineSetiap produk harus memiliki izin edar untuk memastikan aman dikonsumsi masyarakat
Baca lebih lajut »
PHRI Dorong Pengelola Hotel Bersiap Dukung Piala Dunia U-20 |Republika OnlinePHRI menyebut hotel di dekat stadion Piala Dunia U-20 harus berbenah
Baca lebih lajut »
Berbagai Stimulus dari OJK dan Pemerintah untuk Dorong Aktivitas EkonomiKetua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menyatakan, aktivitas ekonomi di suatu negara saling terkait dan tidak bisa dipisahkan satu sama lain.
Baca lebih lajut »
Kemendes Dorong Pantai Bahagia Jadi Dewi Bahari |Republika OnlineKemendes sedang menggenjot Program Desa Wisata (Dewi) dan Desa Digital (Dedi)
Baca lebih lajut »
Dorong Ketahanan Pangan, Petrokimia Gresik Gencarkan InovasiIndonesia harus memperkuat sektor pertanian domestik sebagai penopang utama ketahanan pangan nasional dan terhindar dari krisis pangan.
Baca lebih lajut »
Dorong Transaksi Nontunai, BNI-Artajasa Luncurkan B-SecureB-Secure dari BNI ini diharapkan dapat memberikan kemudahan pembayaran nontunai yang aman dan mudah di masa pandemi.
Baca lebih lajut »