Sandy Sondoro semakin produktif saat lebih banyak beraktivitas di rumah.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pandemi Covid-19 memaksa semua orang untuk lebih banyak beraktivitas di rumah masing-masing, tak terkecuali musisi Sandhy Sondoro. Alih-alih jenuh, Sandhy malah semakin produktif sehingga berhasil mencipta beberapa lagu selama pandemi.
Tak hanya itu, Sandhy juga bisa memiliki banyak waktu untuk bermain gitar dan instrumen lainnya. Menurut gitaris yang memulai karirr musiknya di Jerman, ketika sebelum pandemi ia jarang memiliki waktu untuk memainkan koleks-koleksi gitarnya. Di sisi lain, pelantun “Tak Pernah Padam” itu mengakui bahwa pandemi Covid-19 menjadi tantangan tersendiri bagi para musisi seperti dirinya. Konser dan panggung off-air harus tertunda dan batal digelar akibat pandemi.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Tantangan Tenaga Kesehatan Saat Bertugas Selama Pandemi COVID-19Mendapat penolakan dari masyarakat hingga APD yang minim merupakan dua dari banyak tantangan tenaga kesehatan selama menangani pasien di pandemi COVID-19.
Baca lebih lajut »
Tips Agar Jantung Penderita Diabetes Tetap Sehat selama PandemiAda beberapa hal yang harus diperhatikan agar jantung penderita diabetes tetap sehat selama pandemi Covid-19. diabetes
Baca lebih lajut »
Sandiaga Uno: Saatnya Startup dan UMKM jadi Penyelamat Ekonomi NasionalSandiaga Uno mengingatkan bagi startup dan UMKM untuk terus berinovasi selama masa pandemi. SandiagaUno
Baca lebih lajut »
KA Bandara Internasional Yogyakarta Kembali BeroperasiKA Bandara Yogyakarta tidak beroperasi selama 5 bulan karena adanya pandemi Covid-19
Baca lebih lajut »
5 Bantuan Pemerintah untuk 'Wong Cilik' Selama PandemiBerikut daftar 5 bantuan pemerintah untuk 'wong cilik' selama masa pandemi virus corona atau Covid-19.
Baca lebih lajut »
Pandemi Covid-19 Sebabkan Ancol Merugi Rp 146 M |Republika OnlinePenurunan laba sebabkan Ancol merevisi anggaran belanjanya di 2020.
Baca lebih lajut »