Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada akhir pekan, diperkirakan menguat.
TEMPO.CO, Jakarta - Prediksi penguatan ini seiring pertemuan antara Amerika Serikat dan Cina yang dikabarkan berjalan baik. Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih mengatakan pasar optimistis perundingan dagang antara AS-Cina bisa berakhir kesepakatan.'Perang dagang ini menjadi perhatian utama para pelaku ekonomi karena dampaknya yang cukup besar untuk menentukan arah pertumbuhan ekonomi global ke depan,' ujar Lana, Jumat 11 Oktober 2019.
Presiden Trump direncanakan bertemu dengan Wakil Perdana Menteri Liu He pada hari Jumat ini , dan Trump menyebutnya sebagai 'big day'.Sumber Bloomberg menyebutkan kemungkinan AS akan menunda kenaikan tarif pada 15 Oktober ini sebagai kompensasi dari perjanjian mata uang. AS juga dikabarkan mulai akan menjual beberapa komponen teknologinya kepada Huawei.Lana memperkirakan rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp14.120 per dolar AS hingga Rp14.150 per dolar AS.Pada pukul 09.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Nilai Tukar Rupiah Diprediksi Melemah TerbatasKurs rupiah hari ini akan bergerak terbatas cenderung melemah. Apalagi, belum ada data signifikan yang dapat menggerakkan mata uang Garuda.
Baca lebih lajut »
Rupiah ditutup menguat seiring kembalinya optimisme pasarNilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis sore ditutup menguat seiring kembalinya optimisme pelaku pasar terhadap ...
Baca lebih lajut »
Rupiah Menguat Jadi Rp14.130 per Dolar AS Jumat PagiNilai tukar rupiah tercatat di posisi Rp14.130 per dolar AS pada perdagangan Jumat (11/10) pagi, menguat 0,14 persen dibanding posisi kurs rupiah kemarin.
Baca lebih lajut »
Rupiah akhir pekan diperkirakan menguatNilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada akhir pekan, diperkirakan menguat seiring pertemuan antara Amerika Serikat dan China ...
Baca lebih lajut »