Pakar epidemiologi klinis dari Unpad terkejut dengan uji klinis kombinasi obat Covid-19 yang berjalan cepat. Khawatir akan efeknya.
TEMPO.CO, Jakarta - Pakar epidemiologi klinis dari Universitas Padjadjaran, Bony Wiem Lestari, angkat bicara ihwal proses penelitian kombinasi obat Covid-19 yang dilakukan Universitas Airlangga, TNI, dan BIN. Ia juga memahami kritik dan keraguan yang belakang muncul dari epidemiolog Universitas Indonesia, Pandu Riono. “It's too good to be true. Kalau dia sudah publish dan bilang sudah ketemu obatnya.
Disusul fase 2 untuk menilai keamanan obat tersebut, serta meneliti bagaimana obat tersebut bekerja dalam tubuh.Lalu fase 3 dengan pengujian pada sejumlah pasien. “Fase 3 kita coba ke spektrum pasien yang memang memenuhi syarat. Tapi biasanya lebih kecil sampelnya. Baru nanti ada fase 4 di mana kita butuh sampel yang lebih banyak,” kata Bony.Bony mengatakan uji klinis ini yang memakan waktu lama. “Sebetulnya uji klinis itu bisa cepat, betul, tapi biasanya kalau ujinya cepat itu multi center.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Kepala OPD Positif Covid-19, Wabup Probolinggo: Kami Sering Rapat Covid-19 dengan DiaBupati Probolinggo P Tantriana Sari, Wabup Timbul Prihanjoko, dan seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menjalani tes swab massal.
Baca lebih lajut »
Riset LIPI: Sebagian Besar Rumah Tangga Kesulitan Keuangan saat Covid-19Adapun kesulitan ekonomi yang dimaksud termasuk untuk membeli makanan maupun non makanan, seperti pakaian maupun alat kebersihan.
Baca lebih lajut »
Kaidah Riset Mesti Dipatuhi dalam Pengembangan Obat Covid-19Ali menjelaskan, adanya protokol riset bertujuan agar validitas hasil riset dapat dipercaya oleh masyarakat.
Baca lebih lajut »
Dekan Sekolah Farmasi ITB Nilai Riset Obat Covid-19 Unair BerantakanDekan Sekolah Farmasi ITB meminta Unair mengulang kembali riset obat Covid-19 di bawah pengawasan BPOM.
Baca lebih lajut »
Menurut Prosedur, Laporan Riset Obat COVID-19 Unair Seharusnya Disampaikan ke BPOM DuluLaporan riset obat COVID-19 Unair seharusnya disampaikan ke BPOM terlebih dahulu.
Baca lebih lajut »
KSAD Siap Bantu IAI untuk Riset Uji Klinis Obat COVID-19KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa membahas pengajuan kerja sama penanganan COVID-19 antara IAI dengan TNI AD. KSADJenderalTNIAndikaPerkasa
Baca lebih lajut »