Putin Dipermalukan, Rusia Gagal Taklukkan Ukraina dalam 48 Jam. Selengkapnya
melaporkan Rusia telah menderita banyak korban saat invasi memasuki hari keempat. Menurut laporan tersebut, Moskow bahkan memiliki lebih banyak korban di pihak pasukannya dalam 24 jam daripada dalam delapan tahun pertempuran di Suriah.
Kuzio juga mengeklaim bahwa laporan dari garis depan dekat Crimea menunjukkanseparuh tentara Rusia telah menyerahkan peralatan mereka ke Ukraina, sekali lagi menolak untuk berperang. Laporan itu muncul ketika tentara Rusia pada hari Minggu maju ke pusat kota Kharkiv, tetapi didorong kembali oleh pasukan lokal.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Ukraina Bertemu Rusia di Perbatasan, Ukraina Mau Gencatan SenjataUkraina Bertemu Rusia di Perbatasan, Ukraina Mau Gencatan Senjata
Baca lebih lajut »
Imbas Rusia Serang Ukraina, BWF Batalkan Semua Turnamen di RusiaBadminton World Federation (BWF) selaku induk bulu tangkis dunia turut mengambil tindakan menyusul invansi militer yang dilancarkan Rusia terhadap Ukraina.
Baca lebih lajut »
Perang Ukraina vs Rusia Hari Ke-5: Rusia Kesulitan Rebut Ibu Kota Kyiv | Kabar24 - Bisnis.comPasukan Rusia disebut kesulitan rebut Ibu Kota Kyiv di tengah perang Ukraina vs Rusia yang telah memasuki hari ke-5.
Baca lebih lajut »
Perang Ukraina vs Rusia: Belarusia Izinkan Senjata Nuklir Rusia Masuki Negaranya | Kabar24 - Bisnis.comBerdasarkan hasil referendum, Belarusia izinkan senjata nuklir Rusia masuki negaranya untuk mempersiapkan invasi Rusia ke Ukraina.
Baca lebih lajut »
Perang Rusia Ukraina: Bahaya, Ada Konvoi Militer Rusia Sepanjang 64 KM | Kabar24 - Bisnis.comRusia telah melakukan kejahatan perang, melalui 56 serangan roket dan mengirim 113 rudal jelajah ke Ukraina sejak invasi ke Ukraina dimulai.
Baca lebih lajut »
Perang Rusia Vs Ukraina, Google Blokir Kanal Youtube Media Rusia RT dan Sputnik | Kabar24 - Bisnis.comDampak perang Rusia versus Ukraina, Google blokir akses ke sejumlah kanal YouTube media milik pemerintah Rusia, seperti RT dan Sputnik.
Baca lebih lajut »