Perjuangan keras Sapto Yogo Purnomo berbuah medali perunggu atletik nomor 100 meter klasifikasi T37 pada Paralimpiade Tokyo 2020. Dia juga mencetak rekor Asia dengan catatan waktu 11,31 detik. Paralympics INA AdadiKompas
Foto yang dirilis Layanan Informasi Olimpiade Komite Olimpiade Internasional menampilkan pelari Indonesia, Sapto Yogo Purnomo , berlari di samping pelari AS, Nick Mayhugh, pada final 100 meter putra klasifikasi T37 di Stadion Olimpiade Tokyo, Jepang, Jumat . Sapto Yogo berhasil merebut medali perunggu.
Perjuangan panjang Sapto Yogo akhirnya berbuah manis. Atlet yang ceria dan suka bercanda itu meraih medali perunggu nomor 100 meter T37 dengan catatan waktu 11,31 detik. Ini merupakan medali pertama Indonesia dari cabang atletik di Tokyo 2020 serta merupakan rekor Asia. Ini melampaui target Sapto Yogo yang minimal ingin memperbaiki waktu terbaik personalnya, 11,41 detik, saat meraih perunggu di Doha 2019.
”Saya tidak terlalu memikirkan persaingan. Saya ingin menikmati saja. Kalau target personal, memecahkan rekor pribadi saya. Pokoknya menikmati dan memberikan yang terbaik,” ungkap Sapto Yogo seusai berlatih di Yoyogi Park, Tokyo, pada Senin lalu.”Paralimpiade itu tujuan saya karena atlet, kan, tidak mungkin hanya sampai di level yang itu-itu saja. Bagi saya, atlet itu harus sampai level lebih tinggi lagi, terutama dunia.
Saat pistol start berbunyi, Mayhugh langsung melesat dan meninggalkan lawan-lawannya. Sementara di belakangnya, persaingan ketat terjadi antara dua pelari Komite Paralimpiade Rusia , Andrei Vdovin dan Chermen Kobesov, serta sprinter andalan Indonesia, Sapto Yogo. Vdovin dan Kobesov melakukan start lebih baik dan meninggalkan Sapto hingga 50 meter pertama.Namun, Sapto dengan ritme lari yang stabil mampu menyusul Kobesov beberapa meter menjelang finis.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Paralimpiade Tokyo 2020: Sapto Yogo ke Final Atletik 100 MeterSaptoyogo Purnomo melaju ke final atletik lari 100 meter T37 putra di Paralimpiade Tokyo 2020. Dia sukses menjadi yang terbaik di heat 1. paralimpik
Baca lebih lajut »
”Konser Neraka” Deep Purple, Kedatangan Gerald Ford, dan Operasi ke TimtimKetika Deep Purple berkonser di Gelora Senayan pada pengujung tahun 1975, di Istana Negara Presiden Soeharto tengah menjamu Presiden AS Gerald Ford. Dua hari setelahnya, digelar Operasi Seroja ke Timtim. DiBalikBerita AdadiKompas
Baca lebih lajut »
Saptoyoga Raih Perunggu untuk Indonesia di Paralimpiade TokyoDengan medali yang diraih Saptoyoga di Paralimpiade Tokyo, Indonesia kini mengoleksi dua medali. ParalimpiadeTokyo
Baca lebih lajut »
”Positivity Rate” Tegal Masih Tinggi, Masyarakat Diimbau WaspadaWarga Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, diimbau untuk tidak melonggarkan kewaspadaan kendati tren kasus Covid-19 di wilayahnya menurun. Sebab, persentase kasus positif atau ”positivity rate” di daerah tersebut masih tinggi. Nusantara AdadiKompas
Baca lebih lajut »
Paralimpiade Tokyo - Saptoyogo Purnomo Tembus Final dan Sempat Ukir RekorAtlet kebanggaan Indonesia Saptoyogo Purnomo berhasil menembus final lari 100 meter T37 putra dan sempat mengukir rekor Paralimpiade.
Baca lebih lajut »