Warga Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, diimbau untuk tidak melonggarkan kewaspadaan kendati tren kasus Covid-19 di wilayahnya menurun. Sebab, persentase kasus positif atau ”positivity rate” di daerah tersebut masih tinggi. Nusantara AdadiKompas
Satgas Covid-19 Keliling RSUD Suradadi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, mengevakuasi pasien terduga Covid-19 ke ruang isolasi RSUD dr Soeselo, Kabupaten Tegal, Sabtu . Pasien tersebut baru pulang berlayar dari Korea Selatan.
SLAWI, KOMPAS — Kasus harian dan tingkat keterisian tempat tidur pasien Covid-19 di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, terus menurun dalam sebulan terakhir. Kendati demikian, masyarakat diimbau tetap waspada lantaran persentase kasus positif atauSetidaknya dalam sebulan terakhir, rata-rata kasus Covid-19 di Kabupaten Tegal adalah 23 orang per hari. Kondisi itu sudah jauh lebih baik daripada rata-rata kasus harian pada awal Juli, yakni 109 orang.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
PPKM Jawa-Bali Turun ke Level 3, Begini Komentar WargaPemerintah memutuskan memperpanjang PPKM Jawa-Bali hingga 30 Agustus 2021. Namun untuk kali ini pemberlakuan PPKM diturunkan menjadi level 3. Pemerintah memutuskan...
Baca lebih lajut »
Ganjar Apresiasi Koarmada II Percepat Vaksinasi di TegalKomando Armada (Koarmada) II menyiapkan kurang lebih 30 ribu dosis vaksin untuk empat wilayah di Kabupaten Tegal.
Baca lebih lajut »
MUI Lebak Minta Warga Percayakan Kasus Muhammad Kece ke PolisiMUI Lebak, Banten, meminta masyarakat agar tidak terpancing kasus pernyataan youtuber Muhammad Kece yang diduga menistakan agama Islam. TempoNasional
Baca lebih lajut »
MUI Lebak minta warga tidak terpancing kasus Muhammad KeceMajelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lebak, Banten meminta masyarakat agar tidak terpancing kasus pernyataan youtuber Muhammad Kece yang diduga menistakan ...
Baca lebih lajut »
Kali Pertama Buka Setelah Taliban Berkuasa, Bank-bank di Kabul Diserbu Warga AfghanistanBank seolah jadi “bandara baru” dengan massa mulai memecahkan kaca jendela menuju ke bagian dalam bank karena sekian lama mengantre.
Baca lebih lajut »