Sejumlah bos korporasi memborong saham perseroan saat IHSG cenderung lesu pada awal tahun 2023.
Bagikan A- A+ Bisnis.com, JAKARTA – Pembelian saham oleh direksi korporasi atau emiten disebut sebagai salah satu strategi menjaga harga saham secara psikologis di tengah tekanan Indeks Harga Saham Gabungan .
Melihat hal ini, Head of Investment Information Mirae Asset Sekuritas Roger MM mengatakan pembelian saham oleh direksi merupakan sentimen positif apalagi jika dilakukan dalam jumlah yang banyak. “Ketika masyarakat mengetahui direksi memborong saham, maka akan meningkatkan kepercayaannya dan tidak panik. Meskipun masyarakat tidak ikut beli, minimal yang pegang sahammnya tidak ikut jual,” kata Teguh kepada Bisnis, Jumat .
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Anak Ramai-Ramai Nikah Dini, Pemerintah akan Perketat Syarat Dispensasi PerkawinanMenteri PPPA Bintang Puspayoga menyatakan bahwa pemerintah akan memperketat syarat-syarat pengajuan dispensasi perkawinan untuk mencegah pernikahan dini.
Baca lebih lajut »
Gas! Diler-diler Ini Obral Harga Mobil Baru Sampai Rp70 JutaAwal tahun 2023, ramai-ramai harga mobil baru dilego dengan diskon cashback hingga Rp70-an juta.
Baca lebih lajut »
Gara-gara Jokowi Bos-bos Mobil Kini Happy, Jualan 'Meledak'Penjualan Mobil Tembus 1 Juta, Ternyata Gegara Pak Jokowi!
Baca lebih lajut »
Ngiler, Mobil Asing Mau Serbu RI, Begini Warning PendahulunyaRamai-Ramai Brand Mobil Mau Masuk RI
Baca lebih lajut »
Catat! Ini 3 Perbedaan Obligasi Pemerintah dan KorporasiAda dua jenis obligasi berdasarkan penerbitnya, yaitu obligasi pemerintah dan obligasi korporasi.
Baca lebih lajut »