Iran membantah tidak mematuhi JCPOA seperti dituduhkan oleh AS..
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran mengatakan, rakyat Iran berharap agar Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa menuntut Amerika Serikat bertanggung jawab atas kerugian yang dialami Iran. Hal itu dinyatakan kementerian dalam Lembaran Fakta JCPOA yang diteruskan oleh Kedutaan Besar Iran di Jakarta, Jumat.
Lembaran Fakta JCPOA dirilis oleh Pemerintah Iran untuk merespons langkah AS yang mengancam kembali menjatuhkan sanksi kepada Iran, lewat mekanisme snapback, usai usulan AS untuk memperpanjang embargo senjata Iran ditolak oleh DK PBB, 15 Agustus lalu. Pada Kamis , AS mengirimkan surat kepada PBB yang isinya menuding Pemerintah Iran tidak mematuhi JCPOA, kesepakatan nuklir Iran 2015.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Israel Dukung AS Minta PBB Kembalikan Sanksi IranNetanyahu telah lama memperdebatkan kesepakatan antara enam kekuatan besar dan Iran, musuh bebuyutan Israel, sebagai cacat.
Baca lebih lajut »
Iran Menyita Kapal UEA, Setelah UEA Tembak Mati 2 Nelayan IranIran menyita sebuah kapal UEA yang melanggar perairan teritorialnya pada pekan ini, setelah penjaga pantai UEA membunuh dua nelayan Iran.
Baca lebih lajut »
Mendiang PM Lebanon Rafiq Hariri Diduga Dibunuh atas Perintah Pemimpin Tertinggi IranKetua Komite Urusan Luar Negeri Dewan Nasional Perlawanan Iran sebut Khamenei dan mendiang Qasem Soleimani perintahkan pembunuhan Rafiq Hariri.
Baca lebih lajut »
Tak Peduli Tuntutan AS Menghentikan Program Rudal, Iran Malah Pamerkan Rudal BaruIran mengabaikan tuntutan AS agar Teheran menghentikan program rudalnya, dengan memamerkan rudal balistik dan rudal jelajahnya yang baru.
Baca lebih lajut »
Donald Trump Akan Aktifkan Lagi Sanksi PBB ke IranPresiden Donald Trump mengaku akan mengaktifkan kembali sanksi PBB kepada Iran setelah kalah di pemungutan suara di DK PBB.
Baca lebih lajut »