Presiden Rusia Vladimir Putin menyetujui penggunaan vaksin Covid-19 yang dikembangkan di negaranya. Bahkan salah satu putrinya telah mendapat vaksinasi. Namun, kalangan ahli mempertanyakan kecepatan kerja pengembangan vaksin buatan Rusia ini.
Apa yang dikatakan Presiden Putin tentang vaksin?
"Menurut saya, dalam hal ini, dia ikut bagian dalam eksperimen," kata Putin, tanpa spesifik menyebut siapa di antara dua putrinya yang telah menerima vaksin. Tapi pemerintah Rusia menyetujui penggunaan vaksin ini sebelum dilakukan percobaan pada ribuan orang, yang dikenal sebagai uji coba fase ketiga.
Meski demikian, Menteri Kesehatan Rusia, Mikhail Murashko mengatakan, vaksin telah "terbukti sangat efektif dan aman", dan menyebutnya sebagai langkah besar "kemenangan umat manusia" melawan Covid-19.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Rusia Umumkan Vaksin Covid-19 PertamaRusia siap menjadi negara pertama di dunia yang mendaftarkan vaksin COVID-19 pada 12 Agustus 2020 mendatang. Kabarnya, saat...
Baca lebih lajut »
Duterte Siap Jadi Orang Pertama yang Disuntik Vaksin Covid-19 dari Rusia“Ketika vaksinnya tiba, saya akan menyuntikkannya di depan publik. Biarkan saya menjadi yang pertama, tidak apa-apa,” ujar Duterte.
Baca lebih lajut »
Putin: Rusia Negara Pertama di Dunia yang Setujui Vaksin Covid-19Presiden Vladimir Putin sebut Rusia menjadi negara pertama di dunia yang memberikan persetujuan pada vaksin Covid-19 setelah...
Baca lebih lajut »
Rusia Jadi Negara Pertama Dunia Daftarkan Vaksin Covid-19 |Republika OnlinePresiden Rusia, Vladimir Putin menyebut putrinya telah mendapat vaksin Covid-19
Baca lebih lajut »
WHO bahas vaksin COVID-19 baru dengan RusiaOrganisasi Kesehatan Dunia (WHO) bersama otoritas kesehatan Rusia sedang membahas proses kemungkinan prakualifikasi WHO untuk vaksin COVID-19 mereka yang baru ...
Baca lebih lajut »
Rusia Edarkan Vaksin Covid-19 ke Umum 1 Januari 2021Rusia akan mengedarkan vaksin Covid-19 kepada warga sipil atau umum pada 1 Januari 2021.
Baca lebih lajut »