Presiden Vladimir Putin sebut Rusia menjadi negara pertama di dunia yang memberikan persetujuan pada vaksin Covid-19 setelah...
Vladimir Putin menyatakan Rusia menjadi negara pertama di dunia yang memberikan persetujuan pada vaksin Covid-19 setelah kurang dari dua bulan tes manusia.
Pencapaian ini dipuji Moskow sebagai bukti kemajuan sains Rusia. Perkembangan ini membuka jalan untuk penyuntikan massal pada populasi Rusia, meski tahap akhir uji klinik untuk tes yang aman masih berlanjut. Kecepatan Rusia meluncurkan vaksin itu menunjukkan tekad negara itu memenangkan perlombaan global untuk produk yang efektif melawan Covid-19. Namun ini juga mengkhawatirkan karena dapat menempatkan kebanggan nasional di atas keselamatan dan bukti ilmiah.
Saat berbicara dalam rapat pemerintah di televisi, Putin menjelaskan, vaksin yang dikembangkan Gamaleya Institut, Moskow, itu aman dan sudah diresepkan untuk salah satu putrinya.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Rusia Tawarkan Pasok Vaksin Covid-19 ke FilipinaRusia bersedia memasok vaksin virus korona (covid-19) ke Filipina, atau bekerja sama dengan perusahaan lokal untuk memproduksinya secara massal
Baca lebih lajut »
Rusia Umumkan Vaksin Covid-19 PertamaRusia siap menjadi negara pertama di dunia yang mendaftarkan vaksin COVID-19 pada 12 Agustus 2020 mendatang. Kabarnya, saat...
Baca lebih lajut »
Duterte Siap Jadi Orang Pertama yang Disuntik Vaksin Covid-19 dari Rusia“Ketika vaksinnya tiba, saya akan menyuntikkannya di depan publik. Biarkan saya menjadi yang pertama, tidak apa-apa,” ujar Duterte.
Baca lebih lajut »
Jelang Pilres AS 2020, Gedung Putih Sebut China dan Rusia Hendak Melemahkan Capres Trump dan BidenAmerika Serikat menuding pihak asing seperti China dan Rusia sedang berusaha untuk ikut campur dalam Pilpres AS tahun 2020 ini.
Baca lebih lajut »
Klaim Tercepat, Vaksin Rusia Justru Diragukan“Rusia secara tradisi sangat kuat dalam vaksin. Vaksin yang kami miliki sebenarnya merupakan tiruan dari vaksin Ebola yang dikembangkan lima tahun lalu.'
Baca lebih lajut »