Teknologi Sucrosin ini diharapkan jadi jawaban ketika perusahaan sedang kurang sehat.
REPUBLIKA.CO.ID, LAMPUNG UTARA -- PT Perkebunan Nusantara VII mulai menerapkan aplikasi Sucrosin pada dua pabrik gula di Lampung dan Sumatra Selatan . Aplikasi Sucrosin tersebut untuk mendongkrak produksi gula dari pabrik gula tersebut, yang selama ini belum maksimal.
Dalam peninjauannya, ia didampingi Dirut PTPN VII Muhammad Hanugroho, Direktur Operasional Husairi serta dari PT Buma Cima Nusantara , anak perusahaan PTPN VII yang mengelola PG Bunga Mayang dan PG Cinta Manis. Hadir juga Direktur Utama Herbertus Koes Darmawanto dan Direktur Produksi Dicky Tjahyono. Pada umur tanaman tebu lima bulan menggunakan Sucrosin, PTPN XIV di Takalar, misalnya, taksasi atau ditaksir bisa menghasilkan 180—200 ton per hektare. Padahal sebelumnya cuma 60—70 ton. Perkiraan rendemen juga akan naik signifikan.
Tiga aspek yang galakkan dengan pendekatan sains itu, kata Priyono, telah membuktikan perkembangan dan pertumbuhan yang sangat memberi harapan. Namun demikian, ia mengakui ada perlakukan khusus, membutuhkan peningkatan keterampilan pekerja, dan ada tambahan cost produksi yang cukup signifikan.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Juru Kementan Tingkatkan Kapasitas Produksi Petani GarutDirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) Suwandi memberikan jurus untuk meningkatkan kapasitas produksi pangan kepada petani di Kabupaten Garut. Kementan
Baca lebih lajut »
Kementan akan Tumbuhkan Eksportir Produk Pertanian MilenialCaranya mendorong kreativitas generasi muda dalam meningkatkan produksi layak ekspor.
Baca lebih lajut »
Imbas Pencemaran Minyak, Petambak Udang Panen DiniProduksi tambak udang petani turun akibat pencemaran minyak.
Baca lebih lajut »
Inaplas Sebut Permintaan Kantong Plastik Terus MenurunRata-rata produksi kantong plastik sebesar 366 ribu metrik ton.
Baca lebih lajut »