Rata-rata produksi kantong plastik sebesar 366 ribu metrik ton.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Asosiasi Industri Olefin Aromatik dan Plastik Indonesia menyebut terdapat penurunan permintaan terhadap kantong plastik. Hal itu merupakan imbas dari adanya kebijakan plastik berbayar serta pelarangan penggunaan kantong plastik di ritel modern di sejumlah daerah.
Baca Juga "Permintaan kantong kresek menurun karena banyak pelarangan. Ini jadi keluhan kawan-kawan asosiasi," kata Edi kepada wartawan di Jakarta, Kamis . Edi menyampaikan, terdapat kesalahan pemahaman yang terjadi di beberapa daerah tentang mengelola produk plastik. Alhasil, semua pihak menuding plastik menjadi biang masalah sampah. Padahal, masalah plastik terdapat pada lemahnya proses daur ulang plastik di Indonesia.
"Tingkat daur ulang plastik masih rendah. Gap yang tidak terkelola itu masih tinggi, sehingga seharusnya isu saat ini adalah manajemen daur ulang sampah," ujar dia.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Menteri Puan Sebut Buka Data HGU Bisa Guncang EkonomiMenteri Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani mengatakan pemerintah tak membuka data HGU perusahaan sawit karena bisa goyahkan ekonomi.
Baca lebih lajut »
PPP Sebut Koalisi Belum Sepakat Golkar Duduki Kursi Ketua MPR
Baca lebih lajut »
Polisi Sebut Farhat Kelabui Petugas Bawa Ponsel Buat GalihPolisi menyebut Farhat Abbas mengelabui petugas Rutan Polda Metro Jaya saat membawa ponsel untuk Galih Ginanjar membuat video permintaan maaf.
Baca lebih lajut »
Menteri LHK Sebut Asap Indonesia tak Sampai ke MalaysiaTitik panas atau hotspot juga terpantau di sejumlah wilayah di Malaysia.
Baca lebih lajut »
Kapolda Jateng Sebut Listrik Padam Akibat Korsleting SUTETPihak kepolisian dan PLN masih menyelidiki lebih jauh penyebab listrik padam.
Baca lebih lajut »
Penulis AS Ini Sebut Hitler Yahudi yang Perkosa NeneknyaLeonard Sax, seorang psikolog dan penulis terlaris New York Times yang berbasis di Amerika Serikat (AS) menyebut Adolf Hitler, pemimpin rezim Nazi Jerman masih keturunan Yahudi.
Baca lebih lajut »